Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Maret 2026, 18.09 WIB

Bandingkan Xavi dan Hansi Flick, Joan Laporta: Dinamika Kita Kini Menang

Calon Presiden Barcelona Joan Laporta bersama Xavi Hernandez. (Istimewa) - Image

Calon Presiden Barcelona Joan Laporta bersama Xavi Hernandez. (Istimewa)

JawaPos.com–Calon Presiden Barcelona Joan Laporta melontarkan kritik tajam terkait netralitas otoritas wasit Spanyol dalam wawancara di program El Partidazo jaringan Cope. Laporta menyoroti sejarah panjang keterlibatan figur yang berafiliasi dengan Real Madrid di tubuh Komite Teknis Wasit (CTA).

Dia mempertanyakan mengapa publik seolah mewajarkan hal tersebut, sementara kerja sama konsultasi wasit yang dilakukan Barcelona justru dikriminalisasi.

”Selama 72 tahun, CTA dipimpin oleh mantan anggota, mantan direktur, atau mantan pemain Real Madrid,” ujar Joan Laporta, dikutip melalui laman Marca, Selasa (10/3).

Perseteruan Internal dan Kritik terhadap Xavi

Dalam kontestasi pemilihan presiden klub, Laporta juga menanggapi manuver rivalnya, Victor Font. Dia menyayangkan penggunaan nama besar legenda klub seperti Xavi Hernandez untuk kepentingan elektoral yang dianggapnya destruktif.

”Dinamika bersama Xavi adalah dinamika kekalahan, sedangkan bersama Hansi Flick adalah dinamika kemenangan. Sangat disayangkan Xavi dimanfaatkan Font. Hal ini tidak memberi nilai tambah pada debat pemilihan dan justru mengecewakan,” tutur Laporta.

Terkait masa depan pelatih saat ini, Laporta menegaskan dukungannya penuh terhadap Hansi Flick. Dia menyatakan lebih memilih Hansi Flick ketimbang Pep Guardiola untuk saat ini karena kemampuannya memimpin tim dengan sangat ahli.

Klarifikasi Kasus Negreira dan Isu Messi

Mengenai kasus Negreira yang menjerat klub, Laporta bersikeras bahwa aktivitas tersebut legal. Pembayaran dilakukan kepada perusahaan konsultan untuk jasa laporan teknis wasit, praktik yang menurut dia juga dilakukan tim lain termasuk Real Madrid melalui figur Megia Davila.

”Apa yang dilakukan Barca legal dan dilakukan dengan benar. Ini adalah kampanye penghancuran reputasi dari Madrid. Mereka menghukum kami sebelum diadili,” tegas Laporta.

Laporta juga mengklarifikasi polemik gagalnya kembalinya Lionel Messi ke Camp Nou. Dia menyebut keputusan tersebut murni pilihan keluarga Messi yang lebih memilih Miami demi ketenangan, bukan karena kendala transparansi dari pihak klub.

Stabilitas Finansial dan Proyek Superliga

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore