
Calon Presiden Barcelona Joan Laporta bersama Xavi Hernandez. (Istimewa)
JawaPos.com–Calon Presiden Barcelona Joan Laporta melontarkan kritik tajam terkait netralitas otoritas wasit Spanyol dalam wawancara di program El Partidazo jaringan Cope. Laporta menyoroti sejarah panjang keterlibatan figur yang berafiliasi dengan Real Madrid di tubuh Komite Teknis Wasit (CTA).
Dia mempertanyakan mengapa publik seolah mewajarkan hal tersebut, sementara kerja sama konsultasi wasit yang dilakukan Barcelona justru dikriminalisasi.
”Selama 72 tahun, CTA dipimpin oleh mantan anggota, mantan direktur, atau mantan pemain Real Madrid,” ujar Joan Laporta, dikutip melalui laman Marca, Selasa (10/3).
Baca Juga:Paul Scholes Tegaskan Tak Berniat Menyinggung Michael Carrick Usai Kekalahan Manchester United
Perseteruan Internal dan Kritik terhadap Xavi
Dalam kontestasi pemilihan presiden klub, Laporta juga menanggapi manuver rivalnya, Victor Font. Dia menyayangkan penggunaan nama besar legenda klub seperti Xavi Hernandez untuk kepentingan elektoral yang dianggapnya destruktif.
”Dinamika bersama Xavi adalah dinamika kekalahan, sedangkan bersama Hansi Flick adalah dinamika kemenangan. Sangat disayangkan Xavi dimanfaatkan Font. Hal ini tidak memberi nilai tambah pada debat pemilihan dan justru mengecewakan,” tutur Laporta.
Terkait masa depan pelatih saat ini, Laporta menegaskan dukungannya penuh terhadap Hansi Flick. Dia menyatakan lebih memilih Hansi Flick ketimbang Pep Guardiola untuk saat ini karena kemampuannya memimpin tim dengan sangat ahli.
Klarifikasi Kasus Negreira dan Isu Messi
Mengenai kasus Negreira yang menjerat klub, Laporta bersikeras bahwa aktivitas tersebut legal. Pembayaran dilakukan kepada perusahaan konsultan untuk jasa laporan teknis wasit, praktik yang menurut dia juga dilakukan tim lain termasuk Real Madrid melalui figur Megia Davila.
”Apa yang dilakukan Barca legal dan dilakukan dengan benar. Ini adalah kampanye penghancuran reputasi dari Madrid. Mereka menghukum kami sebelum diadili,” tegas Laporta.
Laporta juga mengklarifikasi polemik gagalnya kembalinya Lionel Messi ke Camp Nou. Dia menyebut keputusan tersebut murni pilihan keluarga Messi yang lebih memilih Miami demi ketenangan, bukan karena kendala transparansi dari pihak klub.
Stabilitas Finansial dan Proyek Superliga

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
