Stadion pencakar langin Arab Saudi hoax buatan AI. (Hypora Ultraworks/Facebook)
JawaPos.com —Internet kembali dikejutkan dengan sensasi baru: stadion sepak bola melayang di langit Arab Saudi. Video yang menampilkan “Saudi Sky Stadium” setinggi 350 meter itu viral secepat badai gurun, membuat warganet percaya Piala Dunia 2034 akan digelar di atas awan.
Visualnya memukau — rumput hijau menghampar di puncak gedung pencakar langit, sorotan lampu menari di langit malam, dan suasana futuristik seperti film sci-fi.
Banyak yang mengira Arab Saudi benar-benar akan membangun stadion terapung demi memanjakan para penggemar sepak bola dunia.
Namun, di balik kemegahan video tersebut, tersimpan satu kenyataan pahit: semuanya palsu. Sky Stadium yang ramai di media sosial itu bukan proyek nyata, melainkan hasil rekayasa kecerdasan buatan alias AI.
Tak satu pun media resmi di Arab Saudi memberitakan proyek semacam itu. Tak ada keterangan resmi dari pemerintah, pengembang, atau lembaga mana pun yang mengonfirmasi rencana pembangunan stadion di ketinggian 350 meter.
Faktanya, istilah “Sky Stadium” bahkan tak pernah muncul di pernyataan resmi mana pun terkait Piala Dunia 2034. Media lokal pun hanya diam, seolah tidak tahu apa-apa soal stadion futuristik yang mendadak jadi bahan obrolan global.
Video yang viral itu menipu banyak orang dengan tampilan ultra-realistis khas hasil AI generatif.
Bentuknya bahkan jauh berbeda dari konsep nyata yang sedang dikembangkan di proyek NEOM — mega proyek futuristik Arab Saudi yang sering menjadi bahan sensasi di dunia maya.
Desain asli NEOM memang mengandung unsur luar biasa, tapi tidak sampai menghadirkan stadion di udara.
Rencana resminya hanya mencakup area seperti taman atap atau fasilitas publik berkonsep futuristik, bukan lapangan sepak bola menggantung di langit.
Namun, narasi di media sosial sudah terlanjur membumbung tinggi.
Beberapa akun TikTok menyebarkan klaim bahwa stadion ini akan menjadi bagian dari NEOM, dibangun dengan tenaga surya dan angin, berkapasitas 46.000 penonton, dan siap digunakan pada 2034.
Cerita fiksi itu terdengar begitu meyakinkan hingga banyak orang menelannya mentah-mentah.
Padahal tidak ada satu pun bukti konkret yang mendukung klaim tersebut, selain video dan gambar hasil AI yang menyebar tanpa sumber jelas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022