Gian Piero Gasperini dan Cristian Chivu akan berduel di pinggir lapangan saat AS Roma berhadapan dengan Inter Milan. (Dok. Sky Sport Italia)
JawaPos.com – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap Gian Piero Gasperini menjelang pertemuan taktik mereka dalam laga AS Roma yang akan menjamu Inter Milan pada Minggu, 19 Oktober 2023, dini hari WIB. Chivu hadir dalam konferensi pers sebelum pertandingan yang berlangsung pada Jumat, 17 Oktober 2023, waktu setempat. Dalam kesempatan itu, ia membahas strategi permainan mantan pelatihnya saat menangani AS Roma dan menyampaikan pujiannya.
“AS Roma telah bekerja dengan baik untuk memberikan kontinuitas pada pekerjaan (Claudio) Ranieri (musim lalu). Gasperini telah menambahkan penjagaan individu dan mereka telah menemukan keseimbangan yang tepat, untuk menjaga soliditas,” ungkap Chivu mengenai perkembangan tim Roma. Ia menambahkan bahwa tim asuhan Gasperini ini sangat terorganisir dan mampu membangun pertahanan yang solid.
“Mereka (AS Roma) tim yang terorganisir dengan baik (musim ini), mereka (membangun cara) bertahan dengan baik, dan mereka tahu cara membaca momen dalam pertandingan,” lanjut Chivu. Ia juga mencatat bahwa AS Roma memiliki kemampuan untuk melakukan tekanan terhadap lawan dengan berani, namun tetap mampu bertahan dalam situasi yang sulit, terutama berkat performa penjaga gawang mereka, Mile Svilar.
“Kami (Inter) membutuhkan kejelasan untuk mengenali peluang (dipertahanan Roma) ketika mereka membiarkan sesuatu, dan kami hanya perlu waspada untuk bertindak secepat mungkin dan merusak organisasi pertahanan mereka,” katanya.
Ini menunjukkan bahwa Inter Milan memiliki pendekatan strategis yang matang untuk menghadapi tantangan yang akan mereka hadapi di lapangan.
Ia melanjutkan, “Pada titik tertentu, kami (pelatih baru) terinspirasi olehnya. Kami menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang dapat dicapai untuk sepak bola Italia. Ia mendapatkan semua rasa hormat dan kekaguman saya, sama seperti ketika ia menjadi pelatih saya.” Chivu juga mengingat masa pramusim yang ia jalani di bawah Gasperini dan bagaimana pelatih tersebut mencoba menerapkan sistem baru.
“Kami menikmatinya, tetapi sayangnya, hasilnya tidak memuaskan (saat Gasperini melatih Chivu). Dia dipecat lebih awal, tetapi kemudian dia membuktikan nilai dan ide-idenya (di lapangan). Saya senang karena dia telah menjadi sosok yang menginspirasi banyak manajer muda (beberapa musim terakhir),” tutup pelatih berusia 44 tahun itu, menegaskan pengaruh positif Gasperini dalam dunia sepak bola.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022