Manchester United dinilai semakin terpuruk di bawah Ruben Amorim catatan buruk di Premier League membuat posisinya kian terancam (Dok. Manchester United)
JawaPos.com - Manchester United kembali jadi sorotan usai kekalahan dari Brentford dengan skor 1-3 pada, Sabtu (27/9). Kekalahan itu membuat tekanan terhadap sang pelatih, Ruben Amorim semakin besar. Juru taktik asal Portugal tersebut dianggap gagal mengangkat performa Setan Merah di ajang Premier League.
Dari 33 laga Premier League yang dijalani, Ruben Amorim hanya mampu membawa Manchester United meraih 9 kemenangan. Total poin yang dikumpulkan pun hanya 34 dari kemungkinan 99 poin. Situasi ini dinilai jauh dari harapan, bahkan disebut lebih buruk dari era David Moyes yang juga berakhir tragis.
Musim ini, Manchester United baru mengoleksi 7 poin dari 18 yang tersedia. Mereka sudah kalah tiga kali, hampir menyamai catatan ketika Erik ten Hag dipecat usai empat kekalahan dalam sembilan laga musim lalu. Lebih ironisnya, Amorim belum pernah mencatatkan dua kemenangan beruntun selama hampir satu tahun menukangi United.
Salah satu keputusan Amorim yang menuai kritik adalah sistem 3-4-3 yang dipaksakan. Para pemain dianggap tidak cocok dengan pola itu. Bahkan sang kapten Bruno Fernandes ditempatkan di posisi lebih dalam, bukan di lini serang tempat ia lebih efektif. Hasilnya, Fernandes baru mencetak satu gol dari open play musim ini.
Manajemen sempat percaya diri bahwa musim ini United akan bangkit. Mereka mengeluarkan dana belanja mencapai 236 juta poundsterling (sekitar Rp4,7 triliun).
Ditambah dengan pramusim penuh bersama Amorim, seharusnya United tampil lebih solid. Namun kenyataan berkata lain. United kini terdampar di peringkat ke-14 klasemen dengan selisih gol minus empat.
Tak hanya di Premier League, United juga sudah tersingkir dari EFL Cup secara memalukan usai dikalahkan tim League Two, Grimsby Town. Situasi ini menutup satu jalan bagi mereka untuk meraih trofi musim ini.
Meski karisma dan keterbukaan Amorim masih dihargai, hasil di lapangan tak bisa dibantah. Bahkan di laga-laga yang dimenangkan, United tampil rapuh. Saat melawan Burnley, mereka butuh penalti menit ke-97 untuk menang 3-2. Sementara melawan Chelsea, United nyaris kehilangan poin setelah Casemiro dikartu merah meski sempat unggul 2-0.
Laporan dari Manchester Evening News menyebut, beberapa pemain sudah mulai kehilangan kepercayaan pada Amorim. Chief Executive Omar Berrada yang menjadi motor utama penunjukan Amorim pun disebut dalam posisi sulit.
Baca Juga: Jose Mourinho Kembali ke Stamford Bridge, Mampukah ‘The Special One’ Patahkan Kutukan 15 Tahun?
Manchester United kini berada di persimpangan jalan. Klub sebesar United tidak bisa terus menutup mata dengan performa buruk ini. Jika Ruben Amorim tidak segera digantikan, Setan Merah terancam masuk dalam pertempuran zona degradasi.
Dengan semua bukti yang ada, kritik terhadap Amorim semakin sulit dibantah. Manchester United harus segera mengambil keputusan berani demi menyelamatkan musim. Jika tidak, Premier League musim ini bisa berubah menjadi mimpi buruk berkepanjangan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
