
Keputusan Mainkan Bellingham Jadi Starter Dinilai Blunder, Begini Reaksi Xabi Alonso Usai Kekalahan Real Madrid
JawaPos.com - Real Madrid merasakan pahitnya kekalahan pertama musim 2025/26, dan ironisnya datang dengan cara paling menyakitkan. Dalam Derby Madrid di Riyadh Air Metropolitano, Los Blancos takluk 5-2 dari sang rival sekota, Atletico Madrid.
Laga sejatinya berjalan sengit sejak awal. Atletico membuka skor lebih dulu lewat Robin Le Normand. Namun, Madrid sempat bangkit dengan cepat, membalikkan keadaan melalui gol Kylian Mbappe dan Arda Güler.
Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama. Menjelang turun minum, Alexander Sorloth sukses menyamakan kedudukan. Memasuki babak kedua, Atletico benar-benar leluasa mendominasi.
Julian Alvarez mencetak dua gol—satu dari titik penalti—untuk membuat skor berubah jadi 4-2. Antoine Griezmann kemudian menambah penderitaan Madrid dengan gol penutup di menit-menit akhir.
Di balik kekalahan telak itu, sorotan besar tertuju pada keputusan Xabi Alonso yang menurunkan Jude Bellingham sebagai starter. Gelandang asal Inggris itu baru tampil sekitar setengah jam musim ini, namun dipercaya sejak awal dalam laga krusial melawan salah satu lawan terberat di La Liga.
Pilihan tersebut membuat Franco Mastantuono—yang sebelumnya tampil cukup konsisten—harus memulai dari bangku cadangan. Tak heran bila banyak yang menilai langkah Alonso sebagai eksperimen di waktu yang salah.
Usai pertandingan, Alonso ditanya soal keputusannya itu. Alih-alih menyesal, ia justru membela pilihannya. Menurutnya, Bellingham adalah bagian penting dari proyek Madrid, dan performa sang pemain dalam latihan cukup meyakinkan.
“Kami membutuhkan semua pemain, dan Jude adalah sosok kunci. Dia berlatih dengan baik. Kami ingin memainkan peran tertentu, tetapi tidak berhasil. Kami kurang lancar dalam penguasaan bola, dan tanpa itu, kami kalah di banyak duel. Lawan menarik kami keluar, bermain cepat dengan umpan panjang, dan di sana mereka menekan. Kami tidak memenangkan duel pertama, bahkan kedua,” jelas Alonso.
Meski demikian, ia mengakui bahwa timnya tidak tampil di level yang diharapkan. Alonso menegaskan pentingnya evaluasi mendalam setelah hasil buruk ini.
“Kami akan menganalisis semua keputusan. Kami tidak akan melupakan kekalahan ini karena sangat menyakitkan, terutama bagi para fans. Tapi sepak bola adalah proses, begitu juga pembangunan tim ini. Hari ini kami tidak tampil seperti yang kami inginkan. Kami harus kritis terhadap diri sendiri, mencari tahu alasannya, dan mencoba memperbaiki diri. Ini tentang menarik kesimpulan, dan kami akan melakukannya,” lanjutnya.
Hasil ini berpotensi membuat Madrid kehilangan posisi puncak klasemen. Jika Barcelona asuhan Hansi Flick berhasil mengalahkan Real Sociedad, Los Blancos harus rela turun ke peringkat kedua.
Kekalahan telak ini pun sekaligus menjadi pengingat keras bagi Alonso bahwa setiap keputusan, terutama di laga besar, bisa membawa konsekuensi yang signifikan.
