Real Madrid Balik ke Setelan Pabrik: 3 Penyebab Kekalahan di Derby Madrid
Jawapos.com - Real Madrid dipaksa menelan pil pahit saat bertandang ke markas Atletico Madrid. Dalam derby panas di Metropolitano, Los Blancos kalah telak dengan skor 5-2. Padahal, mereka sempat unggul 2-1 melalui gol Kylian Mbappe dan Arda Güler.
Namun setelah itu, Madrid benar-benar kehilangan arah: mereka tidak mampu menciptakan peluang berarti dan tak berdaya menghentikan serangan lawan.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Xabi Alonso, yang harus segera menemukan solusi agar timnya tidak kembali ke pola lama. Melansir Managing Madrid, berikut tiga penyebab utama kegagalan Madrid di laga ini.
1. Pertahanan Rapuh dan Kurangnya Intensitas
Madrid sebenarnya membuka musim dengan baik, meraih tujuh kemenangan beruntun. Meski ada beberapa masalah kecil, lini belakang mereka masih cukup stabil.
Namun, banyak yang menilai penampilan solid tersebut baru benar-benar bisa diuji saat menghadapi tim besar. Prediksi itu terbukti benar: Atletico sukses membuka kembali masalah Madrid.
Persoalannya bukan pada strategi pelatih, melainkan pada intensitas para pemain. Madrid terlihat tanpa energi, kehilangan agresivitas saat menguasai bola, dan minim solidaritas ketika harus bertahan. Celah terbuka lebar di lini tengah maupun sisi sayap, sehingga Atletico dengan mudah menguasai permainan.
Meski memainkan empat gelandang inti, Madrid justru terasa seperti kekurangan satu pemain. Aurelien Tchouameni tampil buruk, Fede Valverde kehilangan ciri khasnya, sementara ruang demi ruang terbuka begitu saja untuk dieksploitasi lawan.
Situasi makin parah ketika Eder Militao harus keluar akibat cedera, digantikan Raul Asencio yang justru tampil mengecewakan.
Tak hanya dia, Alvaro Carreras dan Dean Huijsen—dua pemain baru yang sebelumnya menuai pujian—juga tampil di bawah standar. Setiap kali Atletico melakukan umpan silang atau mengeksekusi bola mati, pertahanan Madrid terlihat tidak siap.
Lima gol yang bersarang tercipta dari berbagai kesalahan: penalti karena pelanggaran ceroboh, dua sundulan akibat marking buruk, sebuah tendangan bebas, serta gol penutup yang lahir tanpa penjagaan berarti.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
