Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 16.37 WIB

Drama Hujan Deras Blackburn vs Ipswich: Laga Dihentikan, Pelatih Valerien Ismael Protes

Pelatih Blackburn Rovers Valerien Ismael. (X/@Ewoodparkfinest)  - Image

Pelatih Blackburn Rovers Valerien Ismael. (X/@Ewoodparkfinest) 

JawaPos.com-Pertandingan antara Blackburn Rovers dan Ipswich Town harus dihentikan pada menit ke-80 setelah hujan deras membuat lapangan tidak lagi layak dimainkan.

Saat laga dihentikan, Blackburn sedang unggul 1-0 berkat gol penalti Todd Cantwell. Ipswich sendiri bermain dengan sepuluh orang setelah Jacob Greaves menerima kartu merah di babak kedua.

Setelah pertandingan, EFL mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa keputusan penghentian laga diambil dengan persetujuan kedua manajer.

"Keputusan itu diambil atas persetujuan kedua manajer. Dewan sekarang akan mempertimbangkan tindakan apa yang akan diambil sebagai akibat dari pembatalan ini, sesuai dengan Peraturan EFL," ujar EFL dikutip melalui laman The Mirror, Rabu (24/9).

Namun, pelatih Blackburn Valerien Ismael, membantah klaim tersebut. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyetujui penundaan pertandingan, melainkan hanya mengikuti keputusan wasit yang memutuskan laga tidak bisa dilanjutkan.

"Situasinya kacau setelah pertandingan dan kami harus menerima keputusan itu. Wasit menghentikan pertandingan dan kami menunggu keputusan dari sana. Kami telah menyampaikan poin-poin kami mengenai situasi ini dan telah menyiapkan kasus kami," ujar dia.

"Kami adalah tim yang mendominasi, kami berada di posisi unggul, dan kami berharap mendapatkan hasil yang setimpal, karena kami pikir itu adalah hal yang adil. Satu hal dari sisi saya yang harus sangat jelas adalah saya melihat laporan dari EFL di akhir pertandingan," imbuh Valerian Ismael.

"Saya tidak pernah setuju untuk menghentikan pertandingan. Saya tidak punya pilihan karena wasit membuat poinnya jelas bahwa dia harus menghentikan pertandingan," tutur dia.

Ismael menjelaskan bahwa wasit telah meminta maaf dan menyampaikan jika kondisi lapangan sudah tidak dapat dipertandingkan. Keputusan penuh ada di tangan perangkat pertandingan dan pihak EFL, sementara manajer tidak diberi pilihan dalam situasi itu.

"Dia mengatakan lapangan tidak dapat digunakan, dia meminta maaf dan menjelaskan bahwa EFL akan membuat keputusan. Saya tidak perlu menyetujui apa pun karena keputusan sudah dibuat. Itu adalah poin yang jelas dari posisi kami - kami tidak menyetujui apa pun," tegas Ismael.

Pelatih asal Prancis tersebut juga menekankan bahwa Blackburn berada dalam posisi yang menguntungkan saat pertandingan dihentikan. Timnya sedang memimpin, lawan kehilangan satu pemain, dan momentum pertandingan berada di pihak mereka.

Karena itu, dia berharap EFL mempertimbangkan secara adil ketika menentukan nasib laga tersebut.

"Sudah jelas, ketika Anda unggul 1-0, lawan bermain dengan sepuluh pemain dan Anda memiliki momentum. Di satu sisi, mereka bisa mencetak gol, tetapi apa yang benar untuk Ipswich juga benar untuk kami, dan kami juga memiliki kemungkinan untuk mencetak gol," sambung dia.

"Kami menghadapi situasi yang sama melawan Norwich ketika kami bermain dengan sepuluh orang dan terus menyerang. Kami merasa bisa mencetak gol, tetapi kami malah kebobolan gol kedua di akhir dan kalah," tandas Valerian Ismael.

"Bagi kami, kami berhak menginginkan tiga poin dari situasi ini, karena menurut saya itu adalah hal yang paling adil ketika lawan bermain dengan sepuluh orang. Dengan 11 lawan 11, situasinya berbeda, tetapi situasi ini sudah jelas," lanjut dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore