Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 September 2025 | 23.23 WIB

3 Faktor Utama Penyebab Kekalahan Meyedihkan 0-3 Manchester United dari Manchester City

Gol Phil Foden ke gawang Manchester United. (REUTERS/Phil Noble)

JawaPos.com–Manchester United harus mengakui kedigdayaan rival sekota mereka Manchester City dengan skor 0–3. Derby panas pada pekan keempat Liga Inggris musim 2025/2026 itu digelasr di Stadion Etihad, Minggu (14/9) malam WIB.

United asuhan Ruben Amorim datang Etihad dengan percaya diri setelah berhasil memetik kemenangan dramatis atas Burnley 3–2 sebelum jeda internasional September. Sementara City pimpinan Pep Guardiola, sedang mengalami kemunduran dengan dua kekalahan beruntun.

Selain itu, United juga memiliki aset berharga, dalam beberapa pertemuan terakhir di kandang rival mereka tersebut, setidaknya memiliki rekor yang bisa dibanggakan. Alih-alih bisa memanfaatkan modal positif tersebut, pasukan Amorim harus pulang dengan tangan hampa.

Brace Haaland dan gol pembuka dari Phil Foden mengubur dalam-dalam mimpi Setan Merah untuk kembali berjaya di Etihad. Sekaligus membawa City menanjak dari peringkat ke-16 naik ke posisi delapan.

Doku menjadi tulang punggung sekaligus kreator serangan bagi The Citizens mengirim umpan silang ke kotak pinalti, disambut dengan sundulan terarah Foden pada menit ke-17 membuat City unggul 1–0 di babak pertama.

Lagi dan lagi, tujuh menit babak kedua berjalan, Doku mencatatkan asis keduanya setelah umpan terobosannya berhasil dikonversi Haaland untuk menggandakan keunggulan setelah menaklukkan Altay Bayindir.

Striker Norwegia itu berhasil mencatatkan brace pada menit ke-68 setelah pertahanan tinggi United dimanfaatkan dengan mudah oleh Haaland. Bayindir dipaksa memungut bola dari gawangnya untuk ketiga kalinya di Etihad malam itu.

Rasa kekalahan yang familiar kembali dirasakan Setan Merah. Publik akan terus bertanya-tanya apakah Amorim adalah orang yang tepat untuk memimpin tim bermarkas di Old Trafford itu. Berikut 3 Faktor Utama Penyebab Kekalahan Meyakinkan United di Derby Manchester.

Kekacauan di Lini Tengah

Pemilihan starting dua pivot lini tengah dengan menempatkan Bruno Fernandes dan Manuel Ugarte sejak awal pertandingan adalah kesalahan besar bagi Amorim untuk meyakinkan bahwa United mampu memenangkan laga ini.

Sebenarnya, semua pasangan potensial United di posisi gelandang tengah memiliki kekurangan, tetapi memainkan keduanya secara bersamaan dalam pertandingan ini terasa seperti risiko besar.

Bruno telah lama menjadi jantung tim United. Tapi dia akan bersinar saat bermain di posisi gelandang serang, bukan di posisi yang lebih dalam. Hal itu membuat Setan Merah kesulitan mencari kreativitas serangan.

Duet Bruno dan Ugarte tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah skema menumpuk pemain di lini tengah ala City, dengan Rodri, Foden, Doku, dan Tijjani Reijnders, mengelilingi poros United untuk menghentikan mereka menjalankan permainan Setan Merah.

United memang lebih banyak menguasai bola pada pertandingan ini. Tapi Setan Merah kesulitan melakukan progresi umpan ke lini depan mereka. Hal itu terjadi karena kurangnya kreativitas di depan karena Bruno bermain sangat dalam di belakang.

Jadi, masalah di lini tengah Setan Merah ini nyata. Tapi pemilihan pemain untuk mengisi lini tengah Amorim juga perlu dipertanyakan. Itu akhirnya menjadi bumerang bagi tim karena Bruno dan Ugarte sangat lemah dalam bertahan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore