
Eberechi Eze untuk pertama kalinya menginjak rumput Stadion Emirates. (Dok. Arsenal FC)
JawaPos.com–Rekrutan baru Arsenal Eberechi Eze buka suara soal drama saga transfer yang kini berakhir di Stadion Emirates. Jasanya diperebutkan klub papan atas Liga Inggris termasuk The Gunners dan rivalnya Tottenham Hotspur.
Bahkan pakar transfer dunia Fabrizio Romano sempat menyampaikan bahwa Eze dan Tottenham mencapai kesepakatan bersama, sebelum Arsenal membajak transfer tersebut dengan harga GBP 67,5 juta.
Eze menghabiskan masa kecil bermain untuk akademi Arsenal. Tidak perlu ditanya lagi, mengapa gelandang serang 27 tahun ini lebih memilih merapat ke Stadion Emirates daripada rival sekota London utara, pasukan The Lilywhites.
Sebelum Tottenham menunjukkan minat menjelang ditutupnya bursa transfer musim panas untuk mengakusisi Eze dari Crystal Palace, terungkap bahwa Arsenal telah berdiskusi dengan pesepak bola kelahiran Greenwich ini sudah sejak beberapa bulan sebelumnya.
Tetapi, saga transfer pemain 178 cm menuju The Gunners hening sejenak ketika pasukan Mikel Arteta berfokus untuk merekrut Viktor Gyokeres. Mengutip dari Sport Illustrated, Eze mengungkap bahwa tidak ada kekhawatiran tentang kegagalan kepindahannya ke Emirates.
"Khawatir? Tentu tidak. Karena saya bermain sepak bola. Itulah yang saya lakukan dan di mana pun (klub baru) saya berada, saya selalu ingin menjadi yang terbaik,” kata Eze.
"Saya bersyukur mendapat kesempatan bermain di sana (Arsenal) dan saya menantikannya (kepindahan ini). Ada banyak hal yang terjadi, ini menyenangkan bagi saya. Inilah mengapa saya bermain sepak bola," imbuh dia.
“Ini (kepindahan ke Arsenal) adalah kesempatan yang saya inginkan. Ini untuk saya, jadi saya akan menikmati semampu saya dan melakukan apa yang saya bisa (untuk The Gunners)," lanjut Eze.
Eze juga mengungkap kesannya diberi sambutan meriah setelah diresmikan menjadi bagian dari skuad Arteta pada laga The Gunners melawan Leeds United (23/8) yang berakhir 5–0 untuk kemenangan tim baru pemain 27 tahun ini.
“Saya mencoba (menerima semua sambutan) karena seperti yang kalian tahu, ada momen momen (sambutan meriah itu) yang kemudian berlalu. Saya hanya ada di sana, melihat kerumunan dan menyaksikan semua yang terjadi dan itu adalah momen yang keren," kata Eze.
“Lebih-lebih untuk keluarga saya, melihat betapa berartinya itu bagi mereka. Saya pikir itulah hal yang istimewa bagi (karier sepak bola) saya,” tambah Eberechi Eze.
“Bagi saya, sekarang, saya hanya ingin bersemangat untuk bermain melakukan apa yang saya lakukan di lapangan. Dengan bekerja keras dan mengerahkan diri (semaksimal mungkin). Ada banyak kebisingan di luar lapangan, tetapi saya hanya ingin bermain (untuk Arsenal)," papar Eze.
“Dan tidak semua orang bisa mengalami momen-momen (sambutan) seperti ini, tetapi ya, saya mencoba untuk menikmatinya sebisa mungkin karena selalu ada sesuatu yang akan datang. Selalu ada peluang dan tantangan baru, jadi begitulah cara saya melihatnya,” tutur Eze.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
