Luis Suarez terekam tampak meludahi Pelatih Seattle Sounders. (X @SInow)
JawaPos.com - Inter Miami harus menerima kekalahan 0-3 pada partai final Leagues Cup melawan Seattle Sounders, Minggu lalu. Namun, sorotan datang bukan karena kekalahan Inter Miami, publik sepak bola lebih menyorot aksi tak terpuji yang dilakukan oleh Luis Suarez.
Striker veteran asal Uruguay itu terlibat kericuhan dengan staf Seattle, bahkan Suarez tertangkap kamera meludahi salah satu staf Seattle.
Suarez akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (4/9). “Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada Seattle Sounders atas gelar mereka. Tapi, yang paling penting, saya ingin meminta maaf atas perilaku saya saat pertandingan berakhir,” tulis Suarez.
Di akhir laga ketegangan memuncak begitu wasit meniup peluit panjang. Beberapa staf dan pemain dari kedua tim terlibat adu mulut hingga bentrok fisik. Gelandang Miami, Sergio Busquets, bahkan terlihat memukul dagu Obed Vargas, sebelum Cody Baker maju membela rekannya.
Dalam kekacauan itu, emosi Suarez juga tidak terkontrol meski telah ditahan rekan setimnya, namun ia sempat meludahi salah seorang staf Seattle.
“Situasi saat itu penuh emosi dan frustrasi. Hal-hal terjadi yang seharusnya tidak terjadi, tapi itu tetap tidak membenarkan reaksi saya,” lanjutnya. “Saya membuat kesalahan dan dengan tulus meminta maaf.”
Mantan penyerang Barcelona itu menegaskan tindakannya tidak mencerminkan dirinya maupun klub. “Ini bukan citra yang ingin saya tunjukkan di depan keluarga saya, di depan klub saya. Saya menyesal, dan saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk meminta maaf kepada semua yang tersakiti oleh tindakan saya,” tulisnya lagi.
Inter Miami juga merilis pernyataan resmi. Klub mengecam keras kericuhan seusai final dan menyebut tindakan itu tidak mencerminkan nilai sportivitas. “Kami bekerja sama dengan pihak Leagues Cup dan MLS untuk memastikan situasi ditangani dengan tepat,” demikian pernyataan resmi klub.
Insiden ini menambah panjang daftar kontroversi yang melibatkan Suarez. Namanya sudah lekat dengan berbagai kasus di masa lalu:
Piala Dunia 2014: diganjar larangan panjang setelah menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini.
Liga Inggris: sempat dihukum karena menggigit Branislav Ivanovic ketika masih membela Liverpool.
Piala Dunia 2010: terkenal dengan “handball Ghana” di perempat final yang membuat Uruguay tetap bertahan, tetapi memicu perdebatan panjang soal sportivitas.
Rangkaian peristiwa ini membuat Suarez kerap dilihat sebagai pemain brilian dengan bakat besar, tetapi juga pribadi yang tak lepas dari kontroversi.
Hingga berita ini diturunkan, belum jelas hukuman apa yang akan dijatuhkan atas insiden ini. Juru bicara turnamen menyebut komite disiplin akan meninjau insiden setelah laga dan mengambil keputusan sesuai aturan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
