
Newcastle alami kekalahan dramatis 2-3 atas Liverpool pada laga kandang di St James’ Park. (Instagram Nufc)
JawaPos.com-Suasana panas membakar St James’ Park bukan karena terik matahari musim panas, tetapi karena amarah, frustrasi, dan rasa ditinggalkan. Newcastle United, klub yang dulu disanjung karena semangat dan gairah, kini mendapati berada di pinggir elite sepak bola Inggris dan terluka.
Melansir dari laporan Daily Mail, puncak kepedihan itu muncul lewat kabar yang semakin santer mengenai Alexander Isak ingin pergi. Sang penyerang andalan begitu ingin meninggalkan klub, sampai-sampai muncul kesan, ingin kabur dengan cara apa pun.
Sebuah pukulan telak bagi klub yang sedang mencoba membangun kejayaan di bawah naungan kekuatan finansial Timur Tengah.
Kedatangan Liverpool, sang juara bertahan Premier League ke Tyneside tidak membantu meringankan luka. Saat para pemain tamu keluar dari lorong stadion, mereka langsung dihadapkan pada sebuah spanduk besar dari suporter tuan rumah Get into Them. Sebuah perintah yang tidak hanya menggambarkan hasrat untuk menang, tapi juga dendam yang membara.
"Ini bukan sekadar pertandingan. Ini tentang harga diri kami yang diinjak-injak" ujar seorang pendukung Newcastle yang dilansir melalui Daily Mail Sport.
Newcastle merespons. Mereka menyerang dengan intensitas tinggi, memaksa Liverpool bermain gugup selama 25 menit pertama. Joelinton, Tonali, dan Guimaraes, tampil dominan di lini tengah.
Florian Wirtz, rekrutan glamor Liverpool musim panas ini nyaris tak menyentuh bola. Kendati demikian, semua perjuangan itu akhirnya runtuh, pelan tapi pasti.
Ryan Gravenberch membuka keunggulan Liverpool lewat sepakan dari luar kotak penalti. Tak lama, Anthony Gordon yang sebelumnya tampil eksplosif kemudian diusir keluar lapangan karena tekel brutal terhadap Virgil van Dijk. Foto-foto menunjukkan bekas tebasan sepatu Gordon di betis sang kapten Liverpool.
Setelah turun minum, luka Newcastle makin dalam. Hugo Ekitike, pemain muda yang memilih Liverpool ketimbang Newcastle musim panas ini berhasil mencetak gol kedua The Reds.
Meski begitu, Guimaraes sempat membangkitkan asa lewat gol sundulan, disusul gol penyeimbang Will Osula dua menit sebelum waktu normal usai.
Sayang, malam itu ditakdirkan bukan milik Newcastle. Pada babak kedua saat memasuki injury time menit ke-100, Rio Ngumoha menyelesaikan serangan balik cepat dengan tenang, menghancurkan harapan tuan rumah akan hasil imbang yang terasa seperti kemenangan moral.
Newcastle pun harus menelan pil pahit. Ditinggal pemain, ditolak bintang, dan kini dijatuhi kekalahan dramatis di kandang sendiri atas Liverpool.
"Kami seperti ditertawakan oleh para elite di balik meja-meja mahoni bertuliskan Red Cartel," ungkap seorang pejabat internal klub yang yang dikutip dari Daily Mail Sport.
Ironisnya, mereka yang berasal dari kota yang juga kerap dianggap terpinggirkan, justru semakin merasa jauh dari pusat kekuasaan sepak bola Inggris.
"Kami punya uang, kami punya stadion penuh, tapi kami tetap orang luar," tutur dia.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
