Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 21.35 WIB

Newcastle United Butuh Striker Baru, Masihkah Ada Jalan Balik untuk Alexander Isak Setelah Chant ‘Serakah’ dari Suporter?

Alexander Isak (Dok. Newcastle)

 

JawaPos.com - Newcastle United memulai Liga Inggris musim 2025/2026 dengan hasil imbang tanpa gol melawan Aston Villa. Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya soal kegagalan mencetak gol, melainkan absennya Alexander Isak yang kini menghadapi krisis hubungan dengan para suporter.

Isak, yang musim lalu menjadi pahlawan dengan membawa Newcastle meraih trofi domestik pertama dalam 70 tahun, kini justru mendapat cemoohan. Situasi ini membuat masa depannya di St James Park semakin abu-abu, apalagi sang striker disebut berkeras ingin pindah ke Liverpool.

Chant Suporter yang Mengguncang

Suasana panas terlihat jelas di Villa Park. Saat peluit akhir dibunyikan, ribuan pendukung Newcastle di tribun tandang mengalihkan fokus mereka pada satu nama: Alexander Isak. Mereka menyanyikan chant sindiran, menyebut sang pemain “serakah” dan tak peduli pada klub.

Menurut laporan BBC Sport, suporter bahkan menciptakan lagu baru yang menggambarkan rasa kecewa mereka. “Kami tidak peduli pada Isak, dia juga tak peduli pada kami. Yang kami peduli hanya Newcastle United,” begitu kira-kira nyanyian yang menggema dari tribun.

Reaksi tersebut mencerminkan betapa besar rasa sakit hati fans terhadap pemain yang dulunya dielu-elukan. Warisan Isak, yang sempat dianggap sebagai penyerang kelas dunia dan ikon baru Newcastle, kini terasa ternoda.

Kritik Alan Shearer

Legenda Newcastle, Alan Shearer, ikut angkat bicara. Menurutnya, sikap Isak yang enggan bermain padahal masih terikat kontrak tiga tahun telah mengecewakan fans. “Dia digaji lebih dari 100 ribu Poundsterling per pekan, sementara fans mengeluarkan 60–70 Poundsterling untuk tiket. Mereka berharap melihatnya bermain, tapi justru tidak,” ujar Shearer dikutip dari BBC 5 Live.

Shearer menambahkan, tidak ada salahnya pemain ingin pindah, tapi cara yang ditempuh Isak dianggap salah. Ia juga menyoroti tawaran Liverpool senilai GBP 110 juta, atau setara Rp 2,2 triliun, yang dianggap terlalu rendah jika melihat harga pasar striker elite saat ini.

“Dia adalah bagian besar dari salah satu musim terbaik Newcastle, membawa trofi setelah 70 tahun, lolos ke Liga Champions. Tapi, sekarang dia bilang tidak mau bermain lagi. Itu menyakitkan,” kata Shearer.

Posisi Eddie Howe

Manajer Eddie Howe mencoba bersikap diplomatis. Ia menyebut suporter berhak meluapkan perasaan mereka, tapi juga menegaskan pintu masih terbuka jika Isak ingin kembali. “Keputusan ada di tangan Isak, dia yang menentukan apakah masih mau bermain untuk klub ini atau tidak,” ucap Howe.

Namun, Howe juga berharap masalah ini bisa segera selesai. Sebab, tanpa Isak, Newcastle terlihat kehilangan ketajaman di lini depan. Catatan musim lalu menunjukkan, tim gagal menang dalam empat laga Liga Inggris ketika Isak absen. Bahkan, ia terlibat langsung dalam lebih dari 40 persen gol Newcastle sepanjang musim 2024/2025.

Isak Membelah Skuad, tapi Membuat Tim Makin Kompak

Absennya Isak memang memberi efek besar, tapi Howe melihat sisi positifnya. Menurutnya, situasi ini justru membuat pemain lain tampil lebih kompak. “Semua yang turun ke lapangan menunjukkan mereka ingin ada di sini. Mereka berjuang keras dan itu menyenangkan,” katanya dalam konferensi pers.

Howe mengapresiasi soliditas lini belakang yang mampu menahan serangan Villa meski bermain dengan 10 orang setelah Ezri Konsa diusir wasit. Namun, ia tetap mengakui ada celah besar dalam performa tim, yaitu kegagalan memanfaatkan peluang.

Gordon Jadi Striker Darurat

Dalam laga itu, Anthony Gordon dipaksa berperan sebagai penyerang tengah. Ia bekerja keras, bahkan memaksa Konsa mendapat kartu merah. Namun, peluang emas yang dimilikinya gagal berbuah gol.

Gordon terlihat sangat lelah usai pertandingan. Ia sampai terjatuh di lapangan karena kehabisan tenaga sebelum akhirnya ditolong Joelinton untuk bangun. Hal ini menjadi gambaran jelas bahwa Newcastle butuh striker murni, terlepas dari situasi Isak.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore