
Legenda Prancis dan mantan penyerang Manchester United, Eric Cantona, melancarkan kritik tajam kepada pemilik klub MU. (Daily Mail)
JawaPos.com - Beberapa hari sebelumnya kabar duka datang dari dunia sepak bola internasional.
Sulejman Al-Obeid, mantan kapten tim nasional Palestina yang dijuluki ‘Pele Palestina’, dilaporkan tewas akibat serangan bom Israel di Gaza.
Kepergiannya memicu gelombang duka dan kemarahan, termasuk dari legenda sepak bola Manchester United, Eric Cantona, dan bintang Liverpool, Mohamed Salah.
Sulejman Al-Obeid dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah sepak bola Palestina. Julukan ‘Pele Palestina’ disematkan kepadanya setelah sukses meraih penghargaan Golden Boot liga selama tiga musim berturut-turut bersama klub Kadamat.
Dedikasinya terhadap klub begitu besar. Setelah Kadamat terdegradasi pada 2022, Obeid menolak tawaran pindah ke klub lain. Keputusannya membuahkan hasil ketika Obeid berhasil membawa Kadamat kembali ke kasta tertinggi liga di musim berikutnya.
Tragisnya, gelandang berusia 43 tahun, tewas dalam serangan udara Israel saat tengah menunggu bantuan kemanusiaan di Rafah, Gaza.
Kabar tersebut mendapat perhatian dari Eric Cantona. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, legenda Prancis itu menuliskan dukungannya terhadap Palestina.
“Israel baru saja membunuh bintang tim nasional Palestina, Suleiman Al-Obeid, saat menunggu bantuan di Rafah. Ia dijuluki ‘Pele Palestina’. Sampai kapan kita akan membiarkan genosida ini terjadi??? Bebaskan Palestina,” tulisnya.
Eric Cantona sendiri merupakan legenda sepak bola Prancis yang dikenal luas saat membela Manchester United pada era 1990-an.
Bersama Setan Merah, Cantona meraih empat gelar Premier League dan dua trofi FA Cup, serta berbagai penghargaan individu seperti PFA Player of the Year dan FWA Footballer of the Year.
Namanya juga masuk dalam Premier League Hall of Fame, English Football Hall of Fame, serta daftar FIFA 100 pemain terbaik yang masih hidup. Pada 2019, Cantona menerima UEFA President’s Award sebagai bentuk pengakuan atas prestasi dan kontribusi sosialnya.
Sejak pensiun di usia 30 tahun, Cantona aktif di dunia seni, film, dan musik. Cantona kerap membintangi sejumlah film, bermain di teater, hingga merilis album Cantona Sings Eric dan menggelar tur konser.
Selain itu, Cantona sempat melatih tim nasional beach soccer Prancis hingga meraih gelar juara dunia pada 2005. Cantona juga terjun ke bisnis pariwisata lewat Looking FC dan kerap terlibat dalam kampanye sosial, memperkuat citranya sebagai sosok berpengaruh di luar lapangan.
Tak hanya Cantona, Mohamed Salah juga menyoroti kabar ini. Pemain Liverpool asal Mesir tersebut menanggapi unggahan penghormatan dari UEFA dengan menulis pertanyaan sarkas.
“Bisakah kalian memberi tahu kami bagaimana ia meninggal, di mana, dan mengapa?” tulis Salah.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
