Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Agustus 2025 | 05.33 WIB

4 Hal yang Dinilai Kuat Membuat Son Heung-min Memutuskan Hengkang dari Tottenham Hotspur

Son Heung-min. (Instagram @hm_son7)

JawaPos.com – Son Heung-min secara resmi mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Tottenham Hotspur setelah satu dekade memperkuat klub asal London Utara tersebut.

Dalam konferensi pers di Seoul pada Sabtu (2/8), Sang kapten timnas Korea Selatan menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan salah satu yang paling sulit sepanjang kariernya.

Namun, Son menilai bahwa kini adalah waktu yang tepat untuk melangkah ke babak baru dalam hidup dan karier sepak bolanya.

Berikut empat hal yang dinilai kuat menjadi alasan utama Son untuk memutuskan hengkang dari Tottenham Hotspur, seperti dilansir dari laman ESPN pada Sabtu (2/8).

  1. Merasa Telah Menuntaskan Perjalanan Bersama Spurs

Son mengungkapkan bahwa memenangkan trofi Liga Europa merupakan puncak dari perjalanan panjangnya bersama Tottenham. Setelah mencatat lebih dari 450 penampilan dan hampir 200 kontribusi gol, Son merasa telah memberikan segalanya bagi klub.

Keberhasilan itu membuatnya merasa lega secara pribadi dan profesional. Son menilai saat ini adalah momen yang tepat untuk menutup lembaran indah tersebut.

  1. Ingin Mencari Tantangan Baru di Lingkungan yang Berbeda

Dalam pernyataannya, Son menyebut perlunya suasana baru agar ia terus berkembang sebagai pemain. Son juga merasa telah melewati segala dinamika di Liga Primer Inggris selama 10 tahun terakhir.

Lingkungan baru dianggap akan memberinya perspektif dan motivasi baru. Hal ini juga diyakini akan membuka ruang untuk pertumbuhan pribadi yang lebih luas.

  1. Perjalanan Hidup Pribadi yang Telah Berubah Sejak Awal Bergabung

Son mengenang momen saat pertama kali tiba di London Utara sebagai pemuda berusia 23 tahun yang belum bisa berbahasa Inggris. Selama di Spurs, ia tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa, baik di dalam maupun luar lapangan.

Keputusan keluar dari klub juga menjadi simbol kedewasaannya dalam mengambil langkah besar. Son juga menganggap perpisahan ini sebagai titik balik menuju fase kehidupan berikutnya.

  1. Tidak Ingin Melewati Batas Waktu yang Tepat untuk Pergi

Menurut Son, setiap pemain memiliki waktu ideal untuk mengucapkan selamat tinggal. Ia tidak ingin menunda kepergian hingga momen itu terasa terlambat atau dipaksakan. Ia memilih pergi saat masih berada di puncak performa, bukan saat grafik menurun.

Dengan cara ini, ia berharap dikenang sebagai sosok yang pergi dengan kepala tegak dan hati penuh rasa syukur.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore