Son Heung-min. (Instagram @hm_son7)
JawaPos.com – Son Heung-min secara resmi mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Tottenham Hotspur setelah satu dekade memperkuat klub asal London Utara tersebut.
Dalam konferensi pers di Seoul pada Sabtu (2/8), Sang kapten timnas Korea Selatan menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan salah satu yang paling sulit sepanjang kariernya.
Namun, Son menilai bahwa kini adalah waktu yang tepat untuk melangkah ke babak baru dalam hidup dan karier sepak bolanya.
Berikut empat hal yang dinilai kuat menjadi alasan utama Son untuk memutuskan hengkang dari Tottenham Hotspur, seperti dilansir dari laman ESPN pada Sabtu (2/8).
Son mengungkapkan bahwa memenangkan trofi Liga Europa merupakan puncak dari perjalanan panjangnya bersama Tottenham. Setelah mencatat lebih dari 450 penampilan dan hampir 200 kontribusi gol, Son merasa telah memberikan segalanya bagi klub.
Keberhasilan itu membuatnya merasa lega secara pribadi dan profesional. Son menilai saat ini adalah momen yang tepat untuk menutup lembaran indah tersebut.
Dalam pernyataannya, Son menyebut perlunya suasana baru agar ia terus berkembang sebagai pemain. Son juga merasa telah melewati segala dinamika di Liga Primer Inggris selama 10 tahun terakhir.
Lingkungan baru dianggap akan memberinya perspektif dan motivasi baru. Hal ini juga diyakini akan membuka ruang untuk pertumbuhan pribadi yang lebih luas.
Baca Juga: Son Heung‑min Pamit dari Tottenham Hotspur, Laga Lawan Newcastle United Jadi Momen Perpisahan
Son mengenang momen saat pertama kali tiba di London Utara sebagai pemuda berusia 23 tahun yang belum bisa berbahasa Inggris. Selama di Spurs, ia tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa, baik di dalam maupun luar lapangan.
Keputusan keluar dari klub juga menjadi simbol kedewasaannya dalam mengambil langkah besar. Son juga menganggap perpisahan ini sebagai titik balik menuju fase kehidupan berikutnya.
Menurut Son, setiap pemain memiliki waktu ideal untuk mengucapkan selamat tinggal. Ia tidak ingin menunda kepergian hingga momen itu terasa terlambat atau dipaksakan. Ia memilih pergi saat masih berada di puncak performa, bukan saat grafik menurun.
Dengan cara ini, ia berharap dikenang sebagai sosok yang pergi dengan kepala tegak dan hati penuh rasa syukur.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
