
Kylian Mbappé. (Instagram @k.mbappe)
JawaPos.com – Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappé, secara resmi menuduh mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), melakukan pelecehan moral dan menahan gaji yang seharusnya ia terima. Tuduhan ini telah disampaikan ke pihak kejaksaan Paris.
Dilansir dari laman ESPN pada Sabtu (28/6), Mbappé menyatakan bahwa PSG berutang kepadanya sebesar EUR 55 juta atau 1 triliun dalam bentuk gaji yang belum dibayarkan.
Selain itu, Mbappé menilai dirinya diperlakukan secara tidak adil oleh manajemen klub, terutama selama periode pra-musim 2023–2024, ketika ia menolak memperpanjang kontraknya.
Menurut kejaksaan, Mbappé menyebut dirinya sebagai korban “pencurian” dan praktik lofting, yaitu pengucilan pemain dari skuad utama atas alasan teknis, administratif, atau disipliner. Praktik ini cukup dikenal di sepak bola Prancis, meskipun kerap menuai kritik.
Puncak ketegangan terjadi saat PSG mencoret nama Mbappé dari tur pramusim ke Jepang dan Korea Selatan, serta memaksanya berlatih terpisah dari skuad utama.
PSG kala itu bersikeras bahwa pemain bintangnya itu harus dijual jika tak memperpanjang kontrak, namun Mbappé menolak tawaran senilai EUR 300 juta atau Rp 6,3 triliun dari klub Arab Saudi, Al Hilal.
Pada awal musim 2023–2024, PSG bahkan mencadangkan Mbappé di laga pembuka Ligue 1, sebelum akhirnya ia kembali ke tim utama usai melakukan pembicaraan internal. Hubungan keduanya pun terus memburuk hingga kontrak sang pemain habis pada musim panas 2024.
Mbappé akhirnya bergabung dengan Real Madrid secara gratis pada bursa transfer musim panas, setelah tujuh musim memperkuat PSG dan mencetak 256 gol.
Ironisnya, PSG justru berhasil menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya tanpa kehadiran pemain andalan mereka tersebut.
Tim hukum Mbappé telah menyatakan sejak April lalu bahwa mereka akan mengambil tindakan hukum terhadap PSG atas dugaan pelecehan dan kerugian finansial yang dialami klien mereka. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak PSG terkait tuduhan tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
