Rayan Cherki eks pemain Lyon (X: @OL_English)
JawaPos.com – Berita mengejutkan datang dari Prancis. Olympique Lyon dijatuhi sanksi degradasi ke Ligue 2. Hal ini tentunya mengundang tanda tanya, mengingat tim tersebut musim lalu menempati posisi ke-6 di Liga Prancis dan lolos hingga perempat final UEFA Europa League.
Lyon dijatuhi sanksi oleh Direktorat Nasional Kontrol Manajemen (DNGC) akibat memiliki jumlah utang yang jauh melebih batas. Mereka sudah diancam degradasi sejak November 2024 lalu jika tidak mampu menyelesaikan persoalan utang mereka.
Berbagai cara dicoba Lyon untuk menyelesaikan utang. Sayang, usaha mereka masih gagal buat menutupi utang tersebut. Selain mendapatkan ancaman degradasi, Lyon juga dihukum larangan mendatangkan pemain pada bursa transfer musim dingin 2025 yang lalu.
Alhasil, mereka kesulitan buat memperbaiki tim demi mendapatkan hasil yang lebih baik di Liga Prancis dan kompetisi Eropa. Kegagalan Lyon lolos ke Liga Champions musim depan menjadi salah satu penyebab mereka gagal mendapatkan tambahan uang yang signifikan untuk mengurangi jumlah utangnya.
Tim asuhan Paulo Fonseca ini gagal menembus empat besar untuk berlaga di kompetisi Eropa tersebut, dan hanya mampu menempati posisi ke-6. Sementara itu di UEFA Europa League, kegagalan Alexandre Lacazette dan kawan-kawan menjuarai turnamen tersebut juga membuat mereka gagal lolos ke Liga Champions.
Kegagalan tersebut membuat manajemen Lyon melepas beberapa pemainnya demi mendapatkan uang tambahan. Alexandre Lacazette dan Nicolas Tagliafico dilepas secara gratis, sementara bintang muda mereka Rayan Cherki dijual ke Manchester City.
John Textor seorang pebisnis olahraga Amerika Serikat selaku pemilik Lyon juga sudah mencoba mengambil langkah tambahan buat menyelamatkan timnya. Ia menjual saham yang ia miliki di Crystal Palace demi menambal hutangnya di Lyon, namun tetap saja tidak cukup untuk menyelamatkan Lyon dari degradasi.
Manajemen Lyon sendiri mengakui hukuman degradasi yang dijatuhi oleh DNGC, namun memastikan jika mereka akan melakukan banding. Hal tersebut diumumkan oleh klub melalui akun media sosialnya.
"Olympique Lyonnais mengakui keputusan yang sulit dimengerti dari DNGC, dan kami mengonfirmasi akan segera mengajukan banding," ucap Lyon melalui akun X resminya.
Selain Lyon, terdapat tiga tim lain di Ligue 1 yang juga diinvestigasi oleh DNGC. Dua klub diantaranya adalah AS Monaco dan FC Nantes yang musim lalu berkompetisi di Ligue 1, dan juga ada Paris FC yang baru saja promosi ke Liga Prancis.
Menurut pernyataan resmi yang dilansir Federasi Sepakbola Prancis (LFP), ketiganya ditemukan tidak bersalah dan bisa tetap berkompetisi di Ligue 1. Hal tersebut membuat Lyon menjadi satu-satunya tim yang terkena hukuman degradasi ke Ligue 2 musim depan.
Lyon sendiri bukanlah tim sembarangan di ranah sepak bola Prancis. Tim yang bermarkas di Groupama Stadium ini sudah meraih 7 gelar juara Liga Prancis.
Keberhasilan mereka menjuarai Liga Prancis sebanyak 7 kali juga mereka lakukan secara beruntun, sejak musim 2001/02 hingga 2007/08. Sayangnya sejak saat itu, mereka belum kembali memenangi kompetisi liga tertinggi di tanah Prancis tersebut.
Beberapa pemain besar juga sempat dilahirkan oleh Lyon, dan menjadi bintang sepak bola dunia. Pemain-pemain seperti Hugo Lloris, Karim Benzema, Hatem Ben Arfa, Juninho Pernambucano, hingga eks Chelsea dan Persib Michael Essien pernah bermain di Lyon pada era tahun 2000-an.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
