Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Juni 2025 | 02.37 WIB

Jude Bellingham Bawa Real Madrid Menang Atas Pachuca Meski Main dengan Sepuluh Pemain di Piala Dunia Antarklub 2025

Bellingham raih gelar MVP seusai pertandingan kontra Pachuca, Senin (23/6). (Dok. Real Madrid)



JawaPos.com - Jude Bellingham kembali jadi pembeda di antara para pemain Los Blancos. Gelandang muda Inggris itu tampil gemilang saat Real Madrid menundukkan Pachuca pada matchday kedua penyisihan grup Piala Dunia Antarklub 2025.

Satu gol pembuka ia torehkan untuk skuad El Real saat laga memasuki menit ke-35. Hasil ini mengantar Los Blancos mengamankan kemenangan penting dan menjadi momen penyemangat bagi Real Madrid karena harus bermain dengan 10 pemain. Di menit ke-7, Raul Asencio harus turun mandi lebih cepat usai diganjar kartu merah langsung oleh wasit.

Selain itu, gelandang berusia 21 tahun itu juga menyatakan bahwa skuadnya telah belajar dari pertandingan pertama saat kontra Al-Hilal yang hanya berakhir imbang. Ia bersama rekannya akan terus memberikan upaya yang maksimal agar mereka dapat memenangkan kompetisi Piala Dunia Antarklub 2025.

"Ini kemenangan bagus untuk tim. Kami bermain sangat baik dan memperbaiki banyak hal dibanding laga sebelumnya. Tapi sekarang, kami ingin lebih," ujar Bellingham, dilansir dari laman Real Madrid, Senin (23/6).

Madrid memang sempat digoyang saat bek muda mereka, Asencio, diganjar kartu merah. Namun, Bellingham menilai hal itu sebagai proses pendewasaan sebuah tim, menemukan celah untuk meraih kemenangan, di saat harus bermain dengan 10 pemain.

"Dia masih muda, jadi wajar. Kami harus tanggung jawab, ubah sistem sesuai arahan pelatih, dan saling komunikasi kepada rekan tim supaya kami dapat memenangkan laga," tambahnya.

Keunggulan Madrid pun sempat terancam saat tim lawan berusaha memberikan tekanan kepada benteng pertahanan Los Blancos. Pachuca menciptakan sejumlah peluang berbahaya, tapi Thibaut Courtois tampil luar biasa di bawah mistar.

"Kami memang tidak bermain sempurna karena hanya bermain dengan 10 pemain. Tapi kami tetap tenang dan berhasil menang, kami terus bekerja keras mengikuti arahan pelatih yang luar biasa," tegas gelandang muda Inggris tersebut.

Bellingham juga mengungkap peran penting Xabi Alonso di balik performanya yang selalu memberikan inovasi luar biasa ketika dirinya berada di atas lapangan. 

"Saya bicara dengannya setiap hari. Dia pelatih hebat, selalu memiliki ide yang brilian baik soal menyerang maupun bertahan," katanya.

Namun, di balik performa impresif itu, ada cerita lain. Bahunya masih bermasalah. Meski kini sudah tak memakai penyangga, ia masih menahan sakit dari cedera itu. Bellingham telah menentukan jadwal untuk melakukan operasi atas cederanya itu. Ia berharap dapat bergerak lebih bebas bila bermain untuk laga selanjutnya. 

"Saya sudah lelah main pakai penyangga. Panas, berkeringat terus, berat badan turun. Operasi dijadwalkan setelah turnamen ini. Saya ingin bahu saya bebas lagi," keluhnya.

Soal posisi bermain, Bellingham tak banyak menuntut kepada Xabi Alonso. Ia hanya berharap dapat memberikan kontribusi yang baik bagi timnya dan berhasil meraih kemenangan setiap laganya.

"Saya ingin banyak sentuh bola. Mau di depan atau di belakang, saya siap. Yang penting saya bisa bantu tim," pungkasnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore