Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Juni 2025 | 23.06 WIB

Tottenham Hotspur Resmi Pecat Ange Postecoglou Usai Raih Trofi Eropa, Bagaimana Reaksi Pemain?

Ange Postecoglou saat sukses merengkuh trofi juara Liga Europa bersama Tottenham. (Istimewa) - Image

Ange Postecoglou saat sukses merengkuh trofi juara Liga Europa bersama Tottenham. (Istimewa)

JawaPos.com - Keputusan mengejutkan datang dari manajemen Tottenham Hotspur. Klub asal London Utara itu secara resmi memecat pelatih Ange Postecoglou, hanya beberapa pekan setelah sang pelatih mempersembahkan gelar Liga Europa trofi pertama Spurs dalam 17 tahun terakhir.

Dalam keterangan resmi yang dirilis klub, manajemen Tottenham menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada Postecoglou, sekaligus menjelaskan alasan di balik keputusan kontroversial tersebut.

"Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan kontribusi Ange selama dua tahun di klub. Ia akan selalu dikenang sebagai manajer ketiga dalam sejarah Tottenham yang membawa pulang trofi Eropa, bersama Bill Nicholson dan Keith Burkinshaw. Namun, dewan direksi telah sepakat bahwa perubahan adalah yang terbaik bagi klub ke depan," ungkapnya.

Meski berhasil membawa kejayaan di Eropa, performa Tottenham di kompetisi domestik sangat mengecewakan. Mereka finis hanya satu posisi di atas zona degradasi di Premier League musim ini, sebuah hasil yang membuat dewan klub kehilangan kesabaran.

Namun menurut laporan TEAMtalk, pemecatan ini sama sekali tidak berkaitan dengan kehilangan kendali di ruang ganti. Justru sebaliknya sumber internal menyebut Postecoglou tetap dicintai oleh para pemain. Bahkan, tiga pemain inti yakni Cristian Romero, Micky van de Ven, dan Dejan Kulusevski dikabarkan sangat kecewa dan marah dengan keputusan Chairman Daniel Levy.

Bahkan The Telegraph melaporkan kemungkinan terjadinya gelombang pemberontakan di skuad karena popularitas tinggi Postecoglou di antara para pemain. Kabar ini memunculkan pertanyaan besar tentang arah kebijakan klub ke depan.

Laporan yang sama mengungkap bahwa pelatih Brentford, Thomas Frank, kini menjadi kandidat utama untuk menggantikan Postecoglou. Frank kabarnya sudah melakukan pembicaraan awal dengan Spurs dan bersedia meninggalkan Brentford demi proyek baru di London Utara.

Namun, biaya mendatangkan Frank diperkirakan bisa mencapai dua kali lipat dari kompensasi pemecatan Postecoglou yang berada di angka GBP 5 juta. Situasi ini tentu menambah tekanan terhadap Levy dan dewan klub.

Melalui agensinya CAA Base, Postecoglou mengeluarkan pernyataan perpisahan yang sarat emosi.

"Perasaan utama saya saat melihat kembali dua tahun ini adalah rasa bangga. Memimpin salah satu klub paling bersejarah di Inggris dan mengembalikan kejayaan adalah pengalaman seumur hidup. Malam di Bilbao adalah puncak dari kerja keras, dedikasi, dan keyakinan dalam mimpi kami.

Kami meletakkan fondasi yang membuat Tottenham tidak perlu menunggu 17 tahun lagi untuk meraih trofi berikutnya. Saya percaya penuh pada para pemain, mereka masih punya banyak potensi untuk berkembang.

Saya berterima kasih kepada para pendukung yang selalu memberi motivasi, juga staf dan pelatih yang terus percaya bahwa kami bisa melakukan sesuatu yang istimewa. Kita akan selalu terhubung. Audere est Facere (Berani untuk Bertindak)," tulisnya.

Situasi ini menyisakan banyak pertanyaan besar, apakah Tottenham benar-benar mengambil langkah yang tepat, atau justru mengorbankan stabilitas demi ambisi yang tak sabar?

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore