
Roman Abramovich. (@FootyAccums/X)
JawaPos.com-Pemerintah Inggris ancam akan menggugat Roman Abramovich. Sebab, dana £2,5 miliar (setara Rp 50 triliun) hasil penjualan Chelsea FC masih dibekukan hingga saat ini.
Dana tersebut seharusnya digunakan untuk bantuan kemanusiaan di Ukraina, tetapi belum juga disalurkan hampir tiga tahun setelah klub dijual.
Penjualan Chelsea terjadi pada 2022 setelah Abramovich terkena sanksi karena dugaan kedekatannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pasca invasi Rusia ke Ukraina.
Meskipun proses penjualan berjalan cepat dan menghasilkan dana besar, uang itu tidak dapat digunakan. Sebab, masih berada dalam status beku di bawah pengawasan pemerintah Inggris.
Dilansir dari Daily Mail pada Senin (2/6), Kanselir Keuangan Rachel Reeves dan Menteri Luar Negeri David Lammy menyatakan frustrasi atas lambatnya pencairan dana. Mereka menegaskan bahwa pemerintah siap menempuh jalur hukum jika tidak tercapai kesepakatan dengan Abramovich.
“Meskipun pintu negosiasi tetap terbuka, kami siap menempuh jalur hukum jika diperlukan, demi memastikan masyarakat yang menderita di Ukraina dapat segera merasakan manfaat dari dana ini,” ujar Rachel dan David dalam pernyataan resmi.
Masalah utama sebenarnya terletak pada perbedaan tujuan penggunaan dana. Pemerintah ingin dana sepenuhnya digunakan untuk membantu rakyat Ukraina, sementara Abramovich ingin agar bantuan diberikan kepada semua korban perang, termasuk yang berada di wilayah Rusia.
Karena belum ada kesepakatan, dana tidak bisa dipindahkan atau digunakan. Selain itu, pemindahan dana memerlukan izin khusus dari Office of Financial Sanctions Implementation (OFSI), lembaga yang juga menyetujui penjualan Chelsea pada 2022.
Aktivis kemanusiaan juga menyoroti keterlambatan ini. Lyra Nightingale dari lembaga hukum Redress menyebut ada kurangnya transparansi. Dia menilai janji awal pemerintah untuk membantu Ukraina belum juga terealisasi.
Sementara itu, Abramovich belum memberikan tanggapan terkait ancaman gugatan ini. Sejak sanksi diberlakukan, dia tak lagi terlibat dalam urusan Chelsea.
Klub tersebut sekarang dimiliki konsorsium yang dipimpin Todd Boehly dan Clearlake Capital dengan manajemen yang sepenuhnya baru.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
