
Ole Gunnar Solskjaer memimpin sesi latihan Besiktas. (IG: @besiktas)
JawaPos.com–Ole Gunnar Solskjaer menjalani musim ini dengan santai di kampung halaman. Memasuki pertengahan Januari 2025, dia harus sibuk melatih Besiktas, salah satu tim terbesar di Turki.
Hasil buruk yang diraih Besiktas saat dipimpin Giovanni van Bronckhorst dan Serdar Toptraktepe, membuat manajemen tim menunjuk Solskjaer untuk menjadi pelatih kepala. Ini menjadi kali pertama eks penyerang timnas Norwegia ini kembali ke pinggir lapangan usai didepak Manchester United pada 2022.
Tugas berat menanti Solskjaer di Turki, lantaran harus menangani Besiktas yang tengah terpuruk. Kini di bawah asuhannya, Besiktas bertengger di posisi keempat klasemen, naik dua peringkat dari posisi sebelum dia menjabat.
Dalam sebuah wawancara bersama media Norwegia NRK, Solskjaer bercerita tentang culture shock yang dialami di Turki. Dia merasa jika orang-orang yang berada di puncak hirarki tertinggi, tidak biasa melakukan hal-hal kecil tanpa dilayani.
Solskjaer bercerita bahwa saat datang ke klub, ada seorang pelayan yang merapikan makanan saat selesai makan siang di kantin klub. Sejak saat itulah dia merasa itu harus menjadi kali pertama dan terakhir mendapati hal tersebut di klub di bawah kepemimpinannya.
Dia memiliki misi mengubah budaya tersebut. Solskjaer beranggapan tidak masuk akal jika ada sesorang yang harus menjadi pelayan, karena seluruh staf tim termasuk pemain dan pelatih bisa melayani diri sendiri.
“Tidak masuk akal jika ada seseorang yang harus jadi pelayan untuk kami, karena kami bisa melayani diri kami sendiri, termasuk pemain dan pelatih. Saya harus membiasakan diri dengan kultur mereka, namun mereka juga harus terbiasa dengan cara saya. Bersama-sama, kami bisa menemukan cara terbaik. Kini mereka tahu bahwa saya bukanlah tipe orang yang top-down,” ucap Solskjaer kepada NRK.
Dia juga menghapus aturan tak tertulis yang berlaku di klub, tentang larangan pemain junior untuk duduk bersama pemain bintang. Menurut Solskjaer, semua pemain diciptakan setara dan mereka harus saling menghormati satu sama lain.
“Jika ada pemain muda yang tidak boleh duduk bersama pemain bintang, itu tidak masuk akal. Semua pemain diciptakan setara, dan harus saling menghormati. Hal-hal kecil seperti ini yang harus diapresiasi, karena bisa menjadikan anggota tim semakin erat satu sama lain,” tutur Solskjaer.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
