Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Mei 2025 | 12.40 WIB

Manchester City Gagal di Premier League, Tapi FA Cup Bisa Jadi Obat Luka dan Titik Balik Bagi Pep Guardiola

Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (dok. City) - Image

Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (dok. City)

JawaPos.com–Meski tertinggal jauh dari Liverpool di Liga Inggris musim ini, Manchester City masih punya harapan untuk menutup musim dengan kepala tegak lewat final FA Cup. Namun, apakah itu cukup untuk menyebut musim ini sukses?

Musim 2024/2025 bisa dibilang sebagai titik nadir Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola. Setelah empat musim berturut-turut menguasai Liga Inggris, City akhirnya tersungkur dari singgasana.

Mereka tak hanya kehilangan gelar juara, tapi juga performa, identitas, dan dominasi yang selama ini menjadi ciri khas mereka. Kini, satu-satunya peluang tersisa adalah memenangkan FA Cup saat menghadapi Crystal Palace di final.

Meski begitu, Guardiola sendiri secara terbuka menyatakan bahwa memenangkan FA Cup saja tidak cukup untuk menyebut musim ini sukses.

“Kami tertinggal seribu juta poin dari Liverpool,” ucap Pep dengan nada frustrasi.

Baginya, ukuran sukses bukan hanya trofi, tapi juga cara City tampil dan bersaing di setiap kompetisi besar. Komentar ini kemudian memantik diskusi menarik dari Steven McInerney, pengamat Manchester City dari kanal Esteemed Kompany.

Menurut dia, Pep Guardiola benar dan salah dalam menilai musim ini. “Semua tergantung konteks,” kata Steven McInerney dalam wawancara dengan Sports Mole.

Jika dibandingkan dengan standar yang telah mereka ciptakan sendiri dalam empat musim terakhir, musim ini tentu tampak mengecewakan. Namun, jika dilihat dari perspektif klub lain, pencapaian City masih tergolong istimewa.

Saat ini, The Citizens berada di peringkat keempat klasemen sementara dengan torehan 66 gol, berkurang drastis dibanding 96 gol musim lalu. Mereka juga gagal di Liga Champions usai tersingkir oleh Real Madrid, dan tersingkir di babak 16 besar EFL Cup.

Namun di balik semua itu, mereka masih berpeluang menutup musim dengan dua trofi domestik. FA Cup dan Community Shield, sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.

“Jika ini musim terburuk City, maka banyak klub lain pasti rela menukarnya dengan musim terbaik mereka,” ujar McInerney.

Dia menekankan bahwa keberhasilan di FA Cup bukan sekadar trofi hiburan, tapi bisa menjadi fondasi penting untuk membangun kembali dominasi musim depan. Penting juga dicatat bahwa keberhasilan City di FA Cup akan memberi pengalaman berharga bagi para pemain muda dan rekrutan anyar yang mulai mendapatkan kepercayaan di tim utama, seperti Nico O’Reilly, Matheus Nunes, dan Omar Marmoush.

Ketiganya diprediksi akan berperan besar di final nanti, dan kemenangan bisa menjadi tonggak psikologis bagi perkembangan mereka.

McInerney menyebut, simbolisme FA Cup kali ini besar. Ini bukan sekadar trofi bagi Guardiola, tapi juga bagi para pemain muda yang baru mencicipi panggung besar.

"Ini bisa jadi momen motivasi dan validasi bagi mereka,” tutur Steven McInerney.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore