Raul Asencio melakukan kontak dengan kaki Yan Diomande (Dok. X @CDLeganes)
JawaPos.com - CD Leganes melayangkan protes terkait keputusan wasit dalam pertandingan melawan Real Madrid yang berakhir dengan skor 3-2 pada Sabtu (29/3) malam waktu setempat di Stadion Santiago Bernabeu. Kontroversi ini berpusat pada keputusan wasit Gonzalez Fuertes yang dianggap merugikan Leganes .
Dilansir dari Marca, unggahan di akun resmi X @CDLeganes membagikan sebuah gambar yang menunjukkan bek Real Madrid, Raul Asencio, tampak melakukan kontak dengan kaki pemain Leganes Yan Diomande. Insiden ini terjadi ketika bola sudah tidak lagi dalam permainan antara kedua pemain itu.
Sindiran yang dilakukan Leganes lewat media sosial X (Dok. X @CDLeganes)
Gambar ini memperkuat protes yang sebelumnya ramai di media sosial, di mana banyak yang mempertanyakan keputusan wasit.
"Jatuhnya Diomande di dalam kotak penalti yang tidak dianggap sebagai pelanggaran...," tulis akun resmi Leganes dalam unggahan mereka di X.
Setelah pertandingan, pelatih Leganes, Borja Jiménez, menyuarakan kekecewaannya dalam konferensi pers. Ia menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati otoritas wasit, tetapi merasa timnya mengalami nasib buruk akibat keputusan kontroversial.
"Saya berharap klub dapat bertindak dan menyuarakan protes terhadap kesalahan ini, seperti yang dilakukan klub lain," ujarnya.
Para pemain Leganes juga dikabarkan merasa sangat frustasi dan marah dengan keputusan-keputusan yang dibuat dalam pertandingan. Mereka merasa bahwa situasi yang terjadi di lapangan tidak adil bagi tim mereka.
Salah satu keputusan yang diperdebatkan adalah penalti yang diberikan kepada Arda Güler, dimana kontak antara Óscar dan pemain Real Madrid disebut tidak sah oleh Leganes dalam laporan resmi mereka. Klub bahkan menyuarakan keheranan di media sosial dengan satu kata: "Apa?".
Selain itu, gol kemenangan Real Madrid yang dicetak oleh Kylian Mbappe juga dipertanyakan. Leganes menyoroti bahwa sebelum gol, terjadi pelanggaran yang dilakukan Renato Tapia terhadap Rodrygo, yang mereka anggap sebagai "pelanggaran yang tidak seharusnya terjadi".
Kini, banyak pihak menunggu apakah CD Leganes akan mengambil langkah lebih lanjut dengan mengajukan protes resmi ke Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Klub bisa saja menerbitkan surat terbuka yang secara gamblang menyatakan kekecewaan mereka.
Sementara itu, di media sosial, Leganes tetap menanggapi situasi ini dengan nada satir.
"Dan hari ini, kita bahkan kehilangan satu jam lagi... Kami terus berjuang, pepineros!" tulis akun resmi klub.
Reaksi dari para penggemar pun bermunculan, dengan banyak yang merasa bahwa keputusan wasit dalam pertandingan itu sangat merugikan Leganes. Mereka mengungkapkan kekecewaan mereka di berbagai platform media sosial.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
