Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Maret 2025 | 04.11 WIB

Sang Penembak Jitu dari Perancis, Mampukan Kylian Mbappe Bawa Real Madrid Raih Treble Pertamanya?

Kylian Mbappe, penyerang Real Madrid (Dok. Instagram @k.mbappe)

JawaPos.com - Kylian Mbappe menjadi pusat perhatian dalam perjalanan Real Madrid musim 2024/2025. Harapan untuk meraih gelar bergengsi bertumpu pada performanya. Saat ini, Los Blancos (julukan Real Madrid) berada di jalur menuju treble, sesuatu yang belum pernah mereka capai sepanjang sejarah klub.

Di Liga Champions, Madrid sudah melangkah ke perempat final. Sementara di Copa del Rey, mereka hanya selangkah lagi menuju final. Di La Liga, mereka bersaing ketat dengan Barcelona, memiliki poin yang sama meski Barca masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.

Kontribusi penyerang asal Perancis itu sangat krusial dalam musim perdananya di Real Madrid. Contohnya, dalam laga melawan Villarreal, ia mencetak dua gol penentu dalam pertandingan yang awalnya tampak sulit. Keberadaannya di lapangan memberi harapan besar bagi tim.

Meskipun Real Madrid memiliki banyak pemain berbakat, urusan mencetak gol tetap didominasi oleh Mbappe. Bukan hanya gol, tetapi juga produksi peluang yang membuatnya menjadi ancaman utama bagi lawan.

Dalam analisis yang dilakukan oleh Marca, Mbappe terus mengalami perkembangan pesat sejak kemunculannya di AS Monaco hingga masa keemasannya di PSG. Di Paris, volume tembakannya meningkat sebesar 183% (dari 75 menjadi 212).

Saat ini, di lima liga top Eropa, tidak ada pemain yang memiliki jumlah tembakan lebih banyak darinya. Dengan 179 tembakan, ia unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Erling Haaland, yang tertinggal 38 tembakan di belakangnya.

Namun, perpindahannya ke Real Madrid membawa perubahan dalam cara ia bermain. Kini, ia lebih banyak menciptakan peluang daripada sekadar menjadi eksekutor tajam seperti di PSG. Peran barunya ini lebih mengutamakan kuantitas peluang dibandingkan kualitas penyelesaian.

Dalam 90 menit pertandingan, ia rata-rata melepaskan 4,42 tembakan. Meski bukan angka tertinggi dalam kariernya, konsistensinya tetap terjaga dan masih ada peluang untuk meningkatkannya sebelum musim berakhir.

Di La Liga, hanya Ousmane Dembele dan Victor Boniface yang memiliki rasio tembakan lebih tinggi darinya. Sementara itu, Ayoze Pérez menjadi pemain kedua dengan jumlah tembakan terbanyak setelah Mbappe.

Di Real Madrid, peran Mbappe sedikit berbeda dibandingkan saat masih di PSG. Kini, ia harus berbagi sorotan dengan Vinicius Jr., Rodrygo, dan bahkan Jude Bellingham yang juga aktif dalam serangan.

Di PSG, Mbappe sering mendapatkan bola di posisi yang lebih menguntungkan, berkat servis dari kreator seperti Lionel Messi dan Neymar. Kini, ia lebih sering harus menciptakan peluang sendiri dari situasi yang kurang ideal.

Meskipun tetap mendominasi serangan Madrid dengan kontribusi 23% dari total tembakan tim, tingkat konversi tembakan jadi golnya justru menurun. Saat ini, ia hanya mencatatkan 32,3% konversi, angka terendah dalam kariernya.

Jika mampu mempertahankan ritme permainan, ia berpotensi mencetak 44 hingga 47 gol dalam satu musim. Namun, efisiensinya harus meningkat agar bisa menyamai pencapaian terbaiknya di PSG.

Mbappe masih berusaha menemukan keseimbangan antara kuantitas dan kualitas tembakan. Dengan sedikit penyesuaian dan chemistry yang lebih baik dengan rekan setimnya, ia bisa mencapai level terbaiknya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore