Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 05.27 WIB

Ruben Amorim Kukuh dengan Formasi 3-4-3 di Manchester United, Keras Kepala Bawa Harta Warisan dari Sporting CP

Ruben Amorim. (X/@ManUtd) - Image

Ruben Amorim. (X/@ManUtd)

JawaPos.com - Ruben Amorim datang ke Manchester United dengan filosofi permainan yang kuat, namun ia menghadapi tantangan besar dalam menerapkan formasi 3-4-3 di Old Trafford. Formasi ini telah membantunya meraih sukses di Sporting CP, tetapi apakah sistem tersebut dapat bekerja di Premier League dengan komposisi skuad yang ada?

Secara teori, 3-4-3 menawarkan fleksibilitas dalam transisi permainan. Formasi ini memungkinkan tim untuk memiliki keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Dengan tiga bek tengah, tim memiliki stabilitas defensif yang lebih baik, sementara dua wing-back berperan aktif dalam membangun serangan dan memberikan lebar permainan.

Ketika sukses, formasi ini bisa memberikan tekanan tinggi dan dominasi penguasaan bola, seperti yang ditunjukkan oleh Sporting CP saat menyingkirkan Arsenal dari Liga Europa pada 2023. Namun, mengimplementasikannya di Premier League adalah tantangan yang berbeda.

Kendala di Manchester United

  • Komposisi Pemain yang Tidak Sesuai: Manchester United tidak memiliki bek tengah yang cukup nyaman bermain dalam sistem tiga bek. Pemain seperti Harry Maguire dan Lisandro Martinez lebih terbiasa bermain dalam skema empat bek. Selain itu, wing-back seperti Diogo Dalot dan Luke Shaw lebih efektif dalam sistem yang lebih tradisional.
  • Kesulitan Transisi: Transisi dari sistem lama ke 3-4-3 membutuhkan waktu. Pemain Manchester United belum terbiasa dengan peran mereka dalam formasi ini, yang menyebabkan ketidakseimbangan antara lini pertahanan dan serangan. Dalam beberapa pertandingan, mereka kesulitan dalam mengatasi serangan balik lawan karena kurangnya koordinasi dalam bertahan.
  • Ketidaksesuaian dengan Gaya Bermain Premier League: Premier League terkenal dengan tempo cepat dan intensitas tinggi. Banyak tim di liga ini bermain dengan pressing tinggi, yang dapat mengeksploitasi kelemahan formasi 3-4-3 jika tidak diterapkan dengan sempurna.

Pelajaran dari Arsenal vs Sporting CP

Ketika Amorim masih di Sporting CP, ia berhasil menyingkirkan Arsenal dengan taktik cerdik dalam formasi 3-4-3. Pemain seperti Francisco Trincão dan Marcus Edwards mampu mengeksploitasi kelemahan pertahanan lawan. Namun, saat ini ia belum memiliki pemain dengan profil serupa di Manchester United yang bisa menjalankan sistem ini dengan efektif.

Apakah Amorim Akan Mendapat Waktu?

Dalam dunia sepak bola modern, waktu adalah kemewahan yang jarang diberikan kepada pelatih baru, terutama di klub sebesar Manchester United. Jika hasil tidak segera membaik, tekanan dari fans dan media bisa semakin meningkat.

Amorim tetap berpegang teguh pada formasi 3-4-3, namun apakah sistem ini bisa berhasil di Manchester United? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore