Jersey merah Bayen Munchen. (Dok. Adidas)
JawaPos.com- Bayern Munchen menghadapi larangan tak terduga dari UEFA terkait penggunaan jersey kandang mereka di ajang Liga Champions musim ini. Raksasa Bundesliga tersebut tidak diperbolehkan mengenakan seragam merah khas mereka, bahkan ketika bermain di Allianz Arena. Larangan ini memaksa Bayern untuk menggunakan jersey alternatif dalam kompetisi elite Eropa tahun ini.
Menurut laporan dari media Jerman, BILD, alasan di balik larangan ini berkaitan dengan visibilitas nomor punggung pemain. UEFA menilai bahwa warna hitam yang digunakan pada nomor punggung jersey merah Bayern tidak cukup kontras, sehingga menyulitkan identifikasi pemain saat pertandingan berlangsung. Demi kepentingan penonton dan regulasi yang telah ditetapkan, UEFA mewajibkan Bayern untuk mengubah warna nomor dan nama pemain menjadi putih agar lebih mudah terlihat.
Sejak larangan ini diberlakukan, Bayern Munchen telah beberapa kali menggunakan seragam alternatif mereka yang berwarna hitam atau beige, lengkap dengan lambang klub lama, saat berlaga di Liga Champions. Meski demikian, keputusan UEFA ini tetap mengejutkan banyak pihak, mengingat jersey merah telah menjadi identitas ikonik klub selama beberapa dekade.
Larangan ini memicu reaksi beragam dari para penggemar sepak bola. Banyak yang merasa bahwa peraturan UEFA terlalu ketat, mengingat Bayern Munchen selama bertahun-tahun tidak mengalami masalah dengan jersey mereka di kompetisi Eropa. Namun, UEFA tetap berpegang pada kebijakan untuk memastikan pengalaman menonton yang optimal, baik bagi mereka yang hadir langsung di stadion maupun yang menyaksikan melalui layar televisi.
Terlepas dari kontroversi ini, Bayern tetap berfokus pada perjalanan mereka di Liga Champions. Pada tengah pekan ini, mereka akan bertandang ke Skotlandia untuk menghadapi Celtic dalam babak playoff knockout. Meski tidak ada bentrokan warna dengan seragam tuan rumah, Bayern tetap harus mengenakan jersey alternatif mereka sesuai regulasi UEFA.
Dengan kompetisi yang semakin ketat, Bayern harus mampu beradaptasi dengan situasi ini dan tetap memberikan performa terbaik mereka di Eropa.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
