Marc Guehi terhindar dari sanksi FA saat menuliskan pesan keagamaan di ban kapten pelangi miliknya. (Sumber foto: Instagram/@marcguehi)
JawaPos.com - Marc Guehi akan menghadapi panggilan resmi setelah melanggar peraturan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Kapten Crystal Palace itu terlihat menuliskan pesan keagamaan di ban kapten pelangi miliknya pada pertandingan melawan Newcastle United dan Ipswich Town.
Melansir Independent, Kamis (5/12) Marc Guehi menuliskan kalimat 'I Love Jesus (Saya Cinta Yesus, Red)' di ban kapten pelangi miliknya saat laga melawan Newcastle, Sabtu (30/11). Di laga selanjutnya melawan Ipswich Town, Rabu (4/12) pemain 24 tahun itu menuliskan 'Yesus Mencintaimu' di tempat yang sama.
Mengutip dari laman resmi Premier League, pemakaian ban kapten pelangi adalah salah satu Kampanye Rainbow Laces Liga Primer yang didukung oleh badan amal Stonewall untuk menunjukkan dukungan bagi orang-orang di komunitas LGBTQ+. Kampanye tersebut berlangsung di pekan ke-13 dan 14 Liga Inggris atau dari tanggal 29 November hingga 5 Desember 2024.
Sementara itu, FA tidak akan mengambil tindakan sanksi apapun, tapi mereka hanya memberikan peringatan kepada Marc Guehi dan Crystal Palace terkait hal ini. Untuk mengetahui apa saja peraturan FA perihal penulisan slogan, pernyataan, atau gambar politik saat pertandingan, berikut informasinya yang melansir laman resmi The FA tentang Laws of The Game & FA Rules.
Pemain tidak boleh menggunakan perlengkapan yang mengandung slogan, pernyataan atau gambar politik, dan agama. Selain itu, pakaian juga tidak boleh menunjukkan hal serupa. Jika melanggar, pemain atau klub akan dikenakan sanksi oleh penyelenggara kompetisi atau FIFA.
Namun, ada beberapa hal yang diizinkan seperti slogan yang mempromosikan permainan sepak bola, rasa hormat, serta iklan apapun yang sudah mendapatkan izin dari FIFA atau peraturan kompetisi. Slogan, pernyataan, atau gambar yang diizinkan hanya dibatasi pada bagian depan baju atau lengan. Biasanya, slogan atau pernyataan hanya muncul di ban kapten.
2. Slogan yang menggunakan bahasa kasar tidak diperbolehkan
Ketika memperbolehkan sebuah slogan, pernyataan, atau gambar tertentu, wasit perlu mengambil beberapa tindakan kepada pemain. Slogan, pernyataan, atau gambar tertentu tidak menggunakan bahasa atau tindakan kasar, menyinggung, dan menghina. Selain itu, bertindak dengan cara yang provokatif, mengejek, atau menghasut.
Slogan, pernyataan, atau gambar yang tidak dapat diizinkan adalah orang yang sudah meninggal kecuali bagian dari nama kompetisi resmi, partai, organisasi/kelompok politik lokal, regional, nasional, atau internasional, pemerintahan lokal, regional, atau nasional atau salah satu departemen, dan kantor. Selain itu, organisasi apa pun yang diskriminatif dan menyinggung perasaan orang lain, serta setiap tindakan atau peristiwa politik tertentu.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
