
Mats Deijl gagal dinaturalisasi oleh Timnas Malaysia. (Instagram Mats Deijl)
JawaPos.com — Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) baru saja mengumumkan bahwa permohonan naturalisasi bek Go Ahead Eagles, Mats Deijl, untuk memperkuat Timnas Malaysia ditolak oleh FIFA. Alasan penolakan ini terkait asal-usul keluarga Deijl yang tidak memenuhi syarat yang ditetapkan dalam Statuta FIFA.
FAM menjelaskan bahwa Mats Deijl memiliki keturunan Malaysia yang lebih jauh dari generasi ketiga, yakni melalui nenek moyang yang lebih tua dari kakek dan neneknya. Berdasarkan aturan FIFA, seorang pemain hanya bisa menukar kewarganegaraan dan mewakili negara lain jika ia memiliki keturunan maksimal dari kakek dan neneknya, atau telah tinggal di negara tersebut selama lima tahun berturut-turut.
Dalam kasus Mats Deijl, dokumen-dokumen yang diajukan menunjukkan bahwa dia memiliki garis keturunan Malaysia melalui nenek moyangnya. Namun, nenek moyang tersebut berasal dari generasi yang lebih jauh dari kakek dan nenek Deijl, yang bertentangan dengan ketentuan FIFA.
FAM sendiri sudah lama berupaya untuk membawa Deijl ke dalam skuad Timnas Malaysia. Komunikasi antara FAM dengan pihak Deijl dan klub Go Ahead Eagles dimulai sejak Juni 2024. Deijl pun menyatakan minatnya untuk membela Malaysia, mengingat adanya hubungan darah dengan negara tersebut melalui leluhurnya.
"Dari dokumen yang disertakan, terungkap bahwa Mats Deijl hanya memiliki hubungan darah Malaysia melalui nenek moyangnya, dan bukan melalui kakek dan neneknya, sesuai dengan ketentuan FIFA," ungkap FAM di situs resminya.
"Setelah melakukan diskusi, pemain tersebut telah menyerahkan dokumen yang mengungkapkan silsilah keluarganya, yang membuktikan adanya hubungan dengan Malaysia," tambah FAM.
Namun, saat FIFA meninjau dokumen terkait, ditemukan bahwa silsilah keluarga Deijl tidak memenuhi persyaratan yang ada. FIFA menegaskan bahwa hubungan darah melalui nenek moyang yang lebih tua dari kakek dan nenek tidak dianggap sah untuk memenuhi syarat naturalisasi pemain di bawah aturan mereka.
Dalam surat resminya, FIFA menjelaskan bahwa meskipun nenek moyang dari pihak ibu kakek Deijl lahir di Singapura yang saat itu merupakan bagian dari Malaya, hal ini tidak memenuhi syarat kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan naturalisasi FIFA. Alhasil, permohonan FAM untuk menjadikan Deijl sebagai bagian dari Timnas Malaysia harus kandas.
"FAM menjelaskan bahwa dokumen yang diperlukan mencakup akta kelahiran pemain, serta informasi tentang ayah dan kakek dari pihak ayah, termasuk konfirmasi kelahiran leluhur dari pihak ayah yang merupakan ibu dari kakek pemain. Menurut penjelasan tersebut, pemain ini memiliki keturunan Malaysia melalui nenek moyang dari pihak ibu kakek, yang lahir di Singapura pada 24 Juni 1893, pada masa ketika Singapura merupakan bagian dari Malaya. Pada 23 September 2024, FAM mengirimkan surat kepada FIFA untuk meminta klarifikasi mengenai status pemain yang ingin mewakili Timnas Malaysia berdasarkan garis keturunannya."
Di musim ini, Mats Deijl sendiri telah tampil sembilan kali untuk Go Ahead Eagles di Eredivisie dan Kualifikasi Conference League. Namun, meski performanya di lapangan cukup impresif, Deijl belum bisa mengenakan seragam Malaysia akibat keputusan FIFA ini.
"Sayangnya, kewarganegaraan nenek moyang pemain di luar kakek-neneknya, seperti kakek buyut atau leluhur yang kurang dikenal, tidak memungkinkan pemain untuk memenuhi syarat mewakili tim asosiasi Anda," demikian pernyataan FIFA kepada FAM.
Sontak, penolakan FIFA terhadap naturalisasi Deijl menuai berbagai reaksi dari netizen, khususnya di platform X (dulu Twitter) @idextratime. Beberapa netizen Indonesia bahkan ikut berkomentar secara humoris menanggapi kegagalan tersebut. Salah satu netizen menyarankan Malaysia untuk ‘menaturalisasi’ tokoh berpengaruh dari Indonesia, Erick Thohir, dengan kekuatan "jabat tanganku."
“Yg perlu mereka naturalisasi itu ya Erick Thohir dengan kekuatan “jabat tanganku,” tulis salah satu netizen.
Candaan tersebut langsung menjadi viral dan mendapat tanggapan yang beragam di kolom komentar. Erick Thohir, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, dikenal memiliki pengaruh besar di dunia sepak bola dan diplomasi olahraga, sehingga netizen Indonesia mengaitkan situasi ini dengan gaya kepemimpinannya yang dinilai sukses.
Bagi FAM, penolakan ini tentu menjadi pukulan telak. Mereka harus mencari alternatif lain untuk memperkuat skuad Timnas Malaysia setelah harapan terhadap Deijl pupus. Meski demikian, naturalisasi pemain tetap menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh federasi untuk meningkatkan performa tim nasional.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
