
Sofyan Amrabat saat menjadi runner-up UEFA Conference League bersama Fiorentina. Manchester United tengah melakukan pembicaraan untuk merekrutnya. (SBnation)
JawaPos.com – Teka-teki terkait saga transfer Sofyan Amrabat kian terjawab. Pemain berusia 26 tahun itu baru saja menolak tawaran Liverpool dan memilih untuk bergabung dengan Manchester United usai menyetujui kesepakatan personal.
Kabar itu menyeruak setelah Amrabat bersiap meninggalkan Fiorentina pada musim panas ini, di mana klub berjuluk La Viola itu ingin menyeimbangkan neraca keuangan mereka.
Sebelumnya, Fiorentina sendiri hampir menjual Amrabat ke Barcelona pada Januari lalu. Mereka dikabarkan bisa menerima tawaran sebesar 25 juta poundsterling (Rp 484 miliar) untuk pemain berusia 26 tahun itu. Namun, rencana itu urung terealisasi.
Sementara Man United sendiri sadar bahwa Fiorentina perlu menjual pemainnya, termasuk Amrabat. Karena itu, mereka fokus untuk area lain di skuad Setan Merah, seperti penjaga gawang sebelum kepindahan Amrabat.
Tapi, strategi itu berisiko mengingat tingkat minat Amrabat. Dengan Jordan Henderson dan Fabinho mendekati pintu keluar Anfield, Liverpool memutuskan bergerak untuk merekrut pemain asal Maroko itu.
Namun, menurut laporan dari Corriere Della Sera yang dilansir JawaPos.com dari Metro UK pada Rabu (26/7), Amrabat menolak tawaran dari Liverpool karena dia sudah menyetujui persyaratan pribadi dengan Man United.
Apalagi, gelandang timnas Moroko itu pernah bekerja sama dengan Erik ten Hag di Utrecht. Hal itulah menjadi penyebab Amrabat ingin sekali bergabung dengan Man United.
Meski demikian, Setan Merah mencoba mengikat kesepakatan 60 juta poundsterling (Rp1,1 triliun) untuk mendapatkan striker Atalanta, Rasmus Hojlund, sebelum menyelesaikan kepindahan Amrabat.
Ten Hag sejauh ini telah menghabiskan 100 juta poundsterling (Rp 1,8 triliun) dari anggaran 120 juta poundsterling (Rp 2,3 triliun) pada musim panas ini. Dan, biaya Hojlund bisa saja membengkak mencapai 70 juta poundsterling (Rp1,3 triliun).
Itu berarti Setan Merah harus mengumpulkan biaya tambahan sekitar 80 juta poundsterling (Rp 1,5 triliun), dan caranya adalah menjual beberapa pemain untuk menyelesaikan bisnis mereka.
Mereka berharap bisa mendatangkan dana segar sekitar 40 juta poundsterling (Rp 774 miliar) melalui hasil penjualan Dean Henderson dan Anthony Elanga ke Nottingham Forest.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
