Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2023 | 16.10 WIB

Dominasi Saudi Pro League: Ranking Liga Asia Teratas, Nilai Pasar, Sekaligus Klub

 

FAYEZ NURELDINE/AFP JARAK 31,5 METER: Cristiano Ronaldo mencetak gol lewat tendangan bebas ketika Al Nassr FC mengalahkan Abha Club di Saudi Pro League (19/3).

JawaPos.com – Tiga hari lalu (18/7), Cristiano Ronaldo menyebut Saudi Pro League (SPL) bisa bersaing dengan liga Eropa seperti Eredivisie (Belanda) dan Super Lig Turki, bahkan lebih baik daripada Major League Soccer.

Ucapan yang bukan isapan jempol mengingat Saudi Pro League masih liga terbaik di Asia.

Pemeringkatan tersebut dikalkulasi Footy Rankings berdasar capaian klub dan prestasi selama delapan tahun terakhir. SPL bisa unggul atas liga-liga dari negara Asia Timur yang sebelumnya dikenal lebih mumpuni di Asia. Sebut saja K League 1 (Korea Selatan) dan J1 League (Jepang).

”Aku merasa Saudi Pro League bakal menembus lima besar liga domestik terbaik di dunia,” kata CR7 –sebutan Cristiano Ronaldo– dalam wawancara dengan BBC seiring eksodus pemain top Eropa selama musim panas tahun ini.

Yang terbaru, dua pemain yang pernah mengangkat trofi Liga Champions dalam lima musim terakhir ini mengikuti jejak CR7. Masing-masing kapten-gelandang Liverpool FC Jordan Henderson dan winger Manchester City Riyad Mahrez.

Hendo –sapaan karib Henderson– bisa menjadi gerbong pelatih Steven Gerrard di Al Ettifaq FC. Sementara itu, City sudah sepakat untuk melepas Mahrez ke Al Ahli SFC dengan nilai transfer EUR 25 juta (Rp 418,6 miliar).

Bergabungnya Mahrez berpotensi menjauhkan nilai pasar klub SPL dengan klub liga di Asia lainnya. Saat ini Al Ahli SFC menempati peringkat paling buncit di antara empat klub milik Public Investment Fund (PIF) dari Kerajaan Arab Saudi.

Tiga lainnya adalah Al Hilal SC dengan bintang Ruben Neves dan Sergej Milinkovic-Savic, Al Nassr FC (Cristiano Ronaldo-Marcelo Brozovic), dan juara bertahan SPL Al Ittihad Club yang diperkuat Karim Benzema-N’Golo Kante.

Jumlah itu pun masih bisa bertambah karena SPL memberikan slot pemain asing sampai delapan. Kebijakan yang berbeda dengan regulasi dalam kompetisi antarklub oleh AFC dengan lima pemain asing. ”Saudi Pro League bisa jadi opsi baru pemain top Eropa dalam berkarier karena uang tidak ada batasannya. Di Eropa, klub dibatasi oleh Financial Fair Play,” ulas ESPN.

Bukan hanya itu, jor-joran dalam mendatangkan pemain top Eropa musim panas ini merupakan upaya mendorong perkembangan sepak bola Arab Saudi. Seperti yang diungkapkan CEO Saudi Pro League Saad Allazeez.

”Ini merupakan masa-masa yang menyenangkan bagi Saudi Pro League karena kami sedang membangun fondasi yang kuat dan yang telah kami miliki. Kami berusaha menemukan versi terbaik dari diri kami. Itulah strategi kami,” kata Allazeez.

”Tata kelola yang ketat, kontrol keuangan, serta berusaha memenuhi talenta terbaik dan produk penyiaran terbaik di luar negeri. Itulah fondasi yang sedang kami bangun,” sambung Allazeez.

Agar kehadiran pemain Eropa tidak menggusur talenta Arab Saudi, Saudi Pro League meminta klub menempatkan 10 pemain U-21 dari 35 nama dalam skuad. Usia termuda dalam skuad pun dimundurkan dari 18 tahun menjadi 16 tahun untuk musim 2023–2024. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore