
Momen Sevilla menjuarai Liga Europa musim ini sekaligus menghentikan rekor fantastis Jose Mourinho.
JawaPos.com – Sevilla mengejutkan AS Roma asuhan Jose Mourinho untuk memenangkan gelar Liga Europa ketujuh mereka dalam 17 tahun. Kemenangan Sevilla sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan 'Special One' di putaran final Eropa.
Terlepas dari gol-gol dari Paulo Dybala dan gol bunuh diri dari Gianluca Mancini, permainan sepak bola selama 120 menit yang buruk ditampilkan oleh kedua tim.
Setelah masa perpanjangan waktu yang akan membuat banyak orang tertidur, pertandingan berakhir dengan adu penalti di depan mata para pemain dan fans di Puskas Arena.
Mancini dan Roger Ibanez sama-sama gagal mencetak gol lewat tendangan penalti, memberi Gonzalo Montiel kesempatan untuk merebut trofi bagi tim asal Spanyol itu.
Montiel telah mencetak penalti kemenangan di final Piala Dunia Desember lalu, tetapi usahanya di Budapest kali ini berhasil diselamatkan. Wasit Anthony Taylor memerintahkan pengambilan ulang penalti karena penjaga gawang AS Roma berada di luar garisnya. Montiel tidak membuat kesalahan untuk kedua kalinya dan memenangkan pertandingan.
Itu tidak pernah diharapkan menjadi final klasik antara dua tim yang membutuhkan kemenangan untuk lolos ke Liga Champions musim depan.
Tentu saja janji partisipasi Eropa lebih lanjut bukanlah faktor pendorong bagi dua entitas yang hanya ingin memenangkan trofi Liga Eropa.
Bagi Sevilla, itu adalah final Liga Europa ketujuh mereka hanya dalam waktu kurang dari dua dekade, setelah memenangkan enam final sebelumnya dan mengubah kompetisi seolah menjadi milik mereka.
Sementara Roma membuat Mourinho bisa merebut trofi Eropa keenamnya, atau yang kedua dalam dua musim. Mourinho sebelumnya tidak pernah kalah satu pun di final yang dia mainkan.
Klub Italia sebenarnya memulai lebih cepat. Mereka mencoba untuk memaksakan sesuatu, dengan Paulo Dybala memberikan keunggulan I Lupi di laga penting tersebut.
Dengan cara yang khas, penyerang Argentina membuka skor pada menit ke-34 dengan Nemanja Matic memenangkan bola di tengah lapangan dan Gianluca Mancini mengumpan bola dengan cepat kepada Dybala.
Mantan bintang Juventus itu memindahkan bola ke kaki kirinya dan mencetak gol indah melewati kiper Sevilla, Bono, untuk membuat timnya unggul.
Ada tujuh menit injury time yang ditambahkan di akhir babak pertama, meskipun hanya ada sedikit insiden besar dan tidak ada cedera. Itu membuktikan betapa sulit dan membosankan permainan itu.
Mourinho unggul 1-0 di babak pertama di semua final Eropa sebelumnya dan itu terbukti lagi, meskipun Sevilla bangkit dari ketinggalan di masing-masing dari tiga kesuksesan mereka sebelumnya.
Sevilla jauh lebih baik pada awal babak kedua dan menyamakan kedudukan setelah hanya 10 menit, ketika Mancini menyundul bola ke gawangnya sendiri.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
