Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Oktober 2021 | 16.07 WIB

Liverpool FC vs Manchester City: Millie Tak Perlu Mencintai Apapun

MULTIFUNGSI: James Milner saat melakukan pemanasn di Kirkby jelang laga melawan Porto (27/9). PAUL ELLIS/AFP PHOTO - Image

MULTIFUNGSI: James Milner saat melakukan pemanasn di Kirkby jelang laga melawan Porto (27/9). PAUL ELLIS/AFP PHOTO

JawaPos.com – James Milner pernah mencintai Manchester City.

Sampai pada musim 2015, dia memilih pindah ke Liverpool FC (LFC) setelah merasa loyalitasnya tak dihargai The Citizens, julukan City. Begitu cepatnya Millie –sapaan akrab Milner– berpindah ke lain hati.

Seperti dia yang tak pernah mencintai di mana pun posisi bermainnya. Baik selama bermain di City maupun setelah enam musim memperkuat LFC.

Bahkan, sampai pengujung kariernya bersama The Reds, julukan LFC, Millie tak pernah suka bermain sebagai fullback kanan. Itulah yang diungkapkan tactician LFC Juergen Klopp.

’’Dia (Millie, Red) tak menyukainya. Tapi, dia memainkan perannya (sebagai fullback kanan) dengan sangat baik karena Millie pesepak bola yang cerdas dan suka terlibat dalam permainan,’’ jelas Klopp dikutip dari laman resmi klub.

Spesialnya, Millie ditantang membuktikan seberapa besar cintanya pada posisinya tersebut saat menghadapi City malam nanti WIB (siaran langsung Mola TV pukul 22.00 WIB).

Millie kebagian tugas mengisi posisi tersebut. Sebab, fullback kanan andalan LFC Trent Alexander-Arnold harus absen akibat cedera kunci paha.

Dia mungkin baru bisa berlatih bersama Jordan Henderson dkk sebelum laga tandang melawan Watford FC pada 16 Oktober nanti. Dia sudah menunjukkan kebenaran ucapan Klopp tersebut saat bermain 66 menit melawan FC Porto.

Dalam matchday kedua fase grup Liga Champions tengah pekan lalu (29/9), Millie bermain sebagai starter sepanjang 66 menit.

Crossing-nya menjadi awal terciptanya gol kedua LFC yang dicetak Sadio Mane pada menit ke-45. Perannya juga krusial dalam menutup serangan sisi kiri Porto. LFC saat itu menang telak 5-1 di kandang Porto, Estadio do Dragao.

Yang ada dalam mindset Millie, ungkap Klopp, adalah main sebagai gelandang. Itu yang sudah dia jalani di City dan sebagian di LFC.

’’Namun, dengan cara kami bermain, fullback kanan cukup berpengaruh. Punya cukup banyak penguasaan bola. Punya banyak peluang untuk memengaruhi permainan kami. Jadi, saat ini saya pikir dia akan baik-baik saja bermain di sana,’’ tutur Kloppo, sapaan akrab Klopp.

Memang, pemain jebolan akademi Leeds United tersebut dikenal sebagai pemain bunglon. Atau, bisa bermain di beberapa posisi.

Selain bermain sebagai gelandang dan bek kanan, Millie bisa berposisi winger kanan. Dia punya kemampuan yang komplet, baik saat bertahan maupun menyerang.

Musim ini Millie baru dua kali dimainkan sebagai bek kanan. Selain melawan Porto, dia sempat dijajal Klopp saat LFC menghancurkan Crystal Palace tiga gol tanpa balas.

Dia pun bermain selama 90 menit dan mampu memperkuat defense LFC. ’’Dia selalu dapat menjalankan tugasnya dengan sempurna,’’ puji Klopp.

Nah, pemain dengan variasi posisi sebanyak Millie sulit didapatkan City musim ini. Entrenador City Pep Guardiola pun mengakui kehebatan Klopp memanfaatkan kemampuan Millie tersebut.

’’Juergen memang pelatih yang cerdas, pelatih yang banyak membantuku menjadi pelatih yang lebih baik lagi,’’ ungkap Pep dikutip laman Manchester Evening News. Jadi, tinggal menunggu Millie, mau bermain pakai hati?

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore