
A general view shows the FIFA World Cup Qatar 2022 Asian zone group F qualification football match between Japan (white) and Mongolia at Fuku-ari stadium in Chiba on March 30, 2021. (Photo by CHARLY TRIBALLEAU / AFP)
JawaPos.com – Gara-gara pandemi Covid-19, fase grup putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia mengalami penundaan 16 bulan.
Hal itu berdampak terhadap performa timnas seperti Mongolia. Kekalahan mencolok pun dialami Mongolia oleh Jepang pada Selasa malam (30/3). Skornya adalah 0-14!
Itulah kemenangan terbesar dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 sejauh ini. Bersanding dengan skor serupa saat Iran mengalahkan Kamboja pada 10 Oktober 2019 di fase yang sama. Jika Iran di grup C, kemenangan Jepang terjadi di grup F.
Seiring kemenangan itu, Jepang masih sempurna dalam lima laga di grup F. Maya Yoshida dkk sekaligus membukukan 27 gol atau rata-rata melesakkan 5,4 gol per laga.
Bintang Liverpool FC yang dipinjamkan ke Southampton FC Takumi Minamino membuka pesta gol pada menit ke-13.
Bahkan, ada tiga gol dalam tiga menit injury time. Total ada delapan pencetak gol dari Samurai Biru plus gol bunuh diri dari pemain Mongolia. Bahkan, Mongolia bisa kebobolan lebih banyak kalau kiper Monkh-Erdene Enkhtaivan tidak melakukan 11 kali penyelamatan.
Kekalahan supertelak Mongolia di Fukuda Denshi Arena itu memang sulit dihindari. Timnas yang menempati ranking ke-190 FIFA tersebut tidak bertanding selama setahun sebelum kembali berlaga di kualifikasi PD melawan Tajikistan sepekan lalu (25/3). Bedanya, skuad asuhan Rastislav Bozik itu hanya kalah 0-3.
Sebagai perbandingan, ketika menghadapi Jepang di Saitama pada 10 Oktober 2019, Mongolia hanya kalah setengah lusin gol. ”Skuad Mongolia mengalami banyak peremajaan dengan sebelumnya,” tulis Japan Times.
Ya, Bozik yang menangani Mongolia akhir September lalu menyingkirkan banyak pemain di atas 30 tahun. Pelatih berkebangsaan Slovakia itu kemudian memasukkan sederet pemain kelahiran 1990-an di timnas berjuluk Serigala Biru tersebut.
Hanya bek kiri Tsedenbal Norjmoogin, 32, satu-satunya pemain usia kepala tiga dalam skuad sekarang. Itu pun lebih karena Norjmoogin merupakan kapten tim.
Di sisi lain, seiring lanjutan kualifikasi di grup Jepang tetap dimainkan di Negeri Sakura tersebut (format home tournament), Samurai Biru berpotensi mencetak margin skor besar lainnya.
Total masih ada enam laga sisa yang diproyeksikan dimainkan di dua stadion di Jepang pada 3 Juni sampai 15 Juni mendatang. Panasonic Stadium Suita sudah dipilih, sedangkan satu stadion lainnya belum ditentukan.
”Kami sudah lolos (ke putaran ketiga kualifikasi zona Asia, Red), tetapi kami masih punya agenda (di sisa laga). Saya ingin mencoba variasi skema main dan para pemain pun ingin menunjukkan kemampuan terbaik,” beber pelatih Jepang Hajime Moriyasu kepada the18.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
