Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 November 2020 | 18.02 WIB

Diego Armando Maradona Disemayamkan di Istana Kepresidenan

NAMAMU ABADI: Selebrasi Diego Maradona setelah menghantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Mexico City. (STAFF/AFP) - Image

NAMAMU ABADI: Selebrasi Diego Maradona setelah menghantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Mexico City. (STAFF/AFP)

JawaPos.com – Dari La Bombonera di Buenos Aires, Argentina, sampai San Paolo di Naples, Italia, duka itu begitu terasa. Ribuan orang menangisi sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada Diego Armando Maradona.

Legenda sepak bola Argentina itu memang demikian harum di Boca Juniors, si pemilik Stadion La Bombonera. Begitu juga di San Paolo, kandang Napoli.

Kediaman pahlawan Argentina saat menjuarai Piala Dunia 1986 tersebut di Tigre, pinggiran Buenos Aires, juga harus dijaga ketat petugas keamanan. Sebab, fans juga menyerbu ke sana.

Selain menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari, pemerintah Argentina memutuskan menyemayamkan mantan pemain Barcelona itu di istana kepresidenan di Casa Rosada, Buenos Aires, hingga besok (28/11).

Semua orang yang ingin memberikan penghormatan kepada pria 60 tahun yang meninggal Rabu lalu (25/11) karena serangan jantung itu dipersilakan. Asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Photo

Para penggembar membawa peti jenazah Maradona di Buenos Aires (25/11). (MARCOS BRINDICCI/AP PHOTO)

Setelah itu, jenazah kapten Argentina ketika menjuarai Piala Dunia 1986 tersebut baru akan dimakamkan. Tapi, belum ada kepastian mengenai tempat peristirahatan terakhir Maradona. Beberapa tempat yang disebut jadi calon terkuat adalah kompleks La Bombonera dan Estadio Diego Armando Maradona, markas klub pertama Maradona, Argentinos Juniors.

’’Siapa saja bisa memberikan penghormatan kepada Maradona sebagai pahlawan olahraga Argentina,’’ ujar Mario Huck, juru bicara kepresidenan, seperti dikutip AFP.

Baca juga:


Sementara itu, dari hasil otopsi, Maradona meninggal dunia lantaran gagal jantung saat tidur. Sebelumnya, sempat beredar laporan otopsi awal yang menunjukkan bahwa mantan pelatih Argentina itu meninggal karena edema paru akut akibat gagal jantung kronis saat dia sedang tidur. Tetapi, hasil otopsi itu belum final.

Photo

NAMAMU ABADI: Selebrasi Diego Maradona setelah menghantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Mexico City. (STAFF/AFP)

Selanjutnya, masih ada tahapan otopsi yang harus dilakukan sebelum hasil resmi diumumkan. Yakni, tes toksikologi dan histopatologi yang akan mencari keberadaan zat apa pun di tubuh sang legenda.

Photo

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore