
Markas Timnas Jepang di Rusia
JawaPos.com - Keamanan dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama kontestan Piala Dunia 2018 dalam menentukan base camp mereka. Karena itu, kebanyakan memilih bermarkas di wilayah yang steril dari keramaian. Resor atau hotel di kawasan pinggiran kota menjadi favorit.
Demi mendapatkan base camp dengan fasilitas yang paling sesuai dengan kebutuhan tim, federasi sepak bola negara biasanya sudah survei berbulan-bulan sebelumnya. Kalau perlu, begitu dipastikan lolos ke putaran final Piala Dunia, mereka langsung bergerilya untuk menemukan "rumah" terbaik selama berada di negara host.
Rusia sigap mengakomodasi kebutuhan itu. Negeri beruang merah memperbaiki berbagai fasilitas untuk menyediakan base camp yang sempurna buat negara-negara peserta. Kalau perlu membangun fasilitas yang benar-benar baru. Salah satunya Borsky Sports Centre, sebuah kompleks olahraga di Bor, kota kecil yang masuk region Nizny Novgorod. Kompleks itu kemudian dipilih sebagai base camp salah satu perempat finalis, Uruguay.
Bor berarti hutan pinus. Sesuai namanya, kota mungil yang berada di tepi Sungai Volga itu memang dikelilingi hutan pinus. Borsky Sports Centre ada di tengah-tengahnya. Selain hotel, ada beragam fasilitas olahraga dan kesehatan. Setelah Piala Dunia 2018 rampung, Borsky Sports Centre akan dilengkapi dengan fasilitas lain untuk olahraga selain sepak bola.
Berada di tengah rimbunnya hutan pinus menghadirkan kedamaian. Tampaknya, hal itu menjadi salah satu pertimbangan timnas Uruguay memilih bermarkas di Bor. Meski, konsekuensinya, Luis Suarez dkk harus bolak-balik terbang ke tempat pertandingan di Ekaterinburg, Rostov-on-Don, dan Samara. Uruguay malah tidak pernah bermain di Nizhny selama babak penyisihan grup.
Selain nyaman, faktor lain yang tidak kalah penting adalah keamanan. Base camp di luar kota memuat tim dan suporter menjadi berjarak. Namun, hal itu penting untuk menjaga konsentrasi pemain.
Strategi memisahkan diri dari hiruk pikuk kota dan suporter juga dilakukan oleh timnas Argentina. Lionel Messi dkk (tentu sebelum tersingkir) bermarkas di Bronnitsky. Kota kecil di pinggiran Moskow itu jauh dari kegaduhan. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Moskow. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di sana.
Kamp Tim Tango - julukan Timnas Argentina, berada tepat di tepi sungai. Jarak dengan jalan umum lumayan jauh. Sekitar 1,5 km. Jadi, kalaupun ada fans yang nekat ingin bertemu Messi dkk, mereka bakal gigit jari. Meski begitu, tetap ada saja yang datang.
Carlos Tula, fans Argentina, menjajal peruntungan dengan mendatangi kamp Tango. Berharap bisa melihat atau bahkan bertemu langsung dengan bintang pujannya, Messi. Tula membawa bendera dan drum. Namun, dia tertahan di pos pemeriksaan. "Tidak apa-apa. Bisa sampai di sini pun saya sudah senang," katanya, lantas meringis.
Namun, tidak semua kamp berada jauh dari keramaian. Timnas Jepang memilih tinggal dan berlatih di FC Rubin Training Centre, Kazan. Lokasinya masih di dalam kota Kazan. Sangat mudah dijangkau dengan transportasi umum. Fasilitasnya juga kelas satu, karena milik salah satu klub profesional papan atas Rusia.
Tidak semua tim tinggal dan berlatih di lokasi yang sama. Jerman, misalnya. Mereka tinggal di hotel mewah di kawasan Vatutinki, Moskow. Nah, untuk berlatih, Thomas Mueller dkk memilih CSKA Sports Base. Itu adalah fasilitas latihan milik klub CSKA Moskow. Lokasinya memang berdekatan dengan hotel timnas Jerman.
Sementara itu, tuan rumah Rusia mengasramakan semua pemainnya di Novogorsk. Itu adalah tempat pemusatan latihan timnas Rusia. Tidak hanya untuk sepak bola, tapi juga cabang olahraga lain seperti hoki dan senam. Karena itu, fasilitasnya sangat lengkap. Termasuk asrama dengan fasilitas setara hotel mewah. Untuk menuju lapangan latihan, pemain tinggal jalan kaki dari kamarnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
