Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Juni 2017 | 14.05 WIB

Sejak Awal, Cile Sudah Pelajari Kemungkinan Adu Penalti

Pelatih Timnas Cile, Juan Antonio Pizzi, memeluk kiper sekaligus kapten tim, Claudio Bravo, usai menjadi pahlawan kemenangan Cile dalam adu penalti lawan Portugal. - Image

Pelatih Timnas Cile, Juan Antonio Pizzi, memeluk kiper sekaligus kapten tim, Claudio Bravo, usai menjadi pahlawan kemenangan Cile dalam adu penalti lawan Portugal.

JawaPos.com - Pelatih Cile, Juan Antonio Pizzi, mengaku sejak awal sudah mempersiapkan timnya menghadapi adu penalti pada semifinal Piala Konfederasi 2017. Karenanya, dia meminta para pemain, termasuk kiper Claudio Bravo, untuk mempelajari kemungkinan adu penalti melawan Portugal.


Hasilnya, Bravo menjadi pahlawan dengan memblok tiga penalti pertama Portugal yang dieksekusi Ricardo Quaresma, Joao Moutinho, dan Nani. Sementara, tiga algojo Cile, Arturo Vidal, Carlos Aranguiz, dan Alexis Sanchez, sukses menjalankan tugas dengan sempurna. Cile menang 3-0 dan berhak lolos ke final.


"Untungnya, Claudio luar biasa dalam adu penalti, para pemain yang mencetak gol itu menakjubkan dan saya pikir kami layak berada di final," kata Pizzi dalam konferensi pers selepas laga.


"Tidak ada yang ingin berada dalam situasi seperti itu. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Tapi, ketika Claudio mampu menghentikan penalti pertama dan Arturo berhasil mencetak gol, kami sedikit tenang. Claudio telah menganalisis lawan-lawannya dengan sangat baik, dia sangat siap dan itulah mengapa kami bisa menang," urai Pizzi.


Cile memang membuktikan diri sangat siap menghadapi adu penalti. Buktinya, dua kali beruntun mereka mampu menjuarai Copa America melalui kemenangan adu penalti.


"Kami perlu mempertimbangkan bahwa penalti itu menjadi sebuah kemungkinan. Saya pernah menjalani adu penalti saat menjadi pemain dan itu tidak sama dalam latihan dengan laga seperti semifinal atau final. Ada teori yang berbeda," sebut Pizzi.


"Kami mencoba melakukan apa yang telah membawa kami sukses di kompetisi sebelumnya. Kami sukses dengan gaya kami di Copa America dan melakukan hal yang sama. Saya bangga dengan tim ini dan para pemain bangga mewakili Cile di setiap turnamen. Kami sangat rendah hati dengan tanggung jawab besar yang kami pikul," sambungnya.


Cile sejatinya berpeluang memenangi laga tanpa harus menjalani drama adu penalti. Namun, dua peluang beruntun Vidal dan Martin Rodriguez pada babak perpanjangan waktu harus membentur mistar gawang.


"Saya pikir kami seharusnya bisa mencetak gol pada 120 menit tapi harus menanti hingga adu penalti dan kami melakukan dengan baik. Adu penalti membutuhkan pemain yang siap melakukan tugas baik. Itu situasi intens," pungkasnya. (ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore