
Pelatih Timnas Cile, Juan Antonio Pizzi, memeluk kiper sekaligus kapten tim, Claudio Bravo, usai menjadi pahlawan kemenangan Cile dalam adu penalti lawan Portugal.
JawaPos.com - Pelatih Cile, Juan Antonio Pizzi, mengaku sejak awal sudah mempersiapkan timnya menghadapi adu penalti pada semifinal Piala Konfederasi 2017. Karenanya, dia meminta para pemain, termasuk kiper Claudio Bravo, untuk mempelajari kemungkinan adu penalti melawan Portugal.
Hasilnya, Bravo menjadi pahlawan dengan memblok tiga penalti pertama Portugal yang dieksekusi Ricardo Quaresma, Joao Moutinho, dan Nani. Sementara, tiga algojo Cile, Arturo Vidal, Carlos Aranguiz, dan Alexis Sanchez, sukses menjalankan tugas dengan sempurna. Cile menang 3-0 dan berhak lolos ke final.
"Untungnya, Claudio luar biasa dalam adu penalti, para pemain yang mencetak gol itu menakjubkan dan saya pikir kami layak berada di final," kata Pizzi dalam konferensi pers selepas laga.
"Tidak ada yang ingin berada dalam situasi seperti itu. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Tapi, ketika Claudio mampu menghentikan penalti pertama dan Arturo berhasil mencetak gol, kami sedikit tenang. Claudio telah menganalisis lawan-lawannya dengan sangat baik, dia sangat siap dan itulah mengapa kami bisa menang," urai Pizzi.
Cile memang membuktikan diri sangat siap menghadapi adu penalti. Buktinya, dua kali beruntun mereka mampu menjuarai Copa America melalui kemenangan adu penalti.
"Kami perlu mempertimbangkan bahwa penalti itu menjadi sebuah kemungkinan. Saya pernah menjalani adu penalti saat menjadi pemain dan itu tidak sama dalam latihan dengan laga seperti semifinal atau final. Ada teori yang berbeda," sebut Pizzi.
"Kami mencoba melakukan apa yang telah membawa kami sukses di kompetisi sebelumnya. Kami sukses dengan gaya kami di Copa America dan melakukan hal yang sama. Saya bangga dengan tim ini dan para pemain bangga mewakili Cile di setiap turnamen. Kami sangat rendah hati dengan tanggung jawab besar yang kami pikul," sambungnya.
Cile sejatinya berpeluang memenangi laga tanpa harus menjalani drama adu penalti. Namun, dua peluang beruntun Vidal dan Martin Rodriguez pada babak perpanjangan waktu harus membentur mistar gawang.
"Saya pikir kami seharusnya bisa mencetak gol pada 120 menit tapi harus menanti hingga adu penalti dan kami melakukan dengan baik. Adu penalti membutuhkan pemain yang siap melakukan tugas baik. Itu situasi intens," pungkasnya. (ira/JPG)

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
