
Erling Haaland (kanan) tampak menghibur Kevin de Bruyne saat meninggalkan lapangan kontra Inter Milan di final Liga Champions.
JawaPos.com – Kevin de Bruyne mendapat pukulan telak di final Liga Champions, karena dia harus tertatih-tatih di babak pertama melawan Inter Milan.
Dua tahun lalu, De Bruyne bertahan satu jam saat Man City dikalahkan Chelsea di final Liga Champions. Karena itu, pemain asal Belgia itu begitu sedih ketika kembali meninggalkan rekan-rekannya saat berjumpa Inter.
De Bruyne sebenarnya berharap memiliki kesempatan untuk membalas dendam, yakni tampil penuh untuk membawa Man City meraih gelar yang paling mereka dambakan.
Namun, keberuntungan sepertinya tidak ramah kepada beberapa orang, termasuk De Bruyne yang hanya menjalani pertandingan selama 36 menit di Ataturk Olympic, Istanbul, Minggu (11/6) dini hari WIB. Pemain berusia 31 tahun itu akhirnya harus digantikan oleh Phil Foden.
Dalam waktu setengah jam, sang gelandang pertama kali mengalami masalah dan mendapat perawatan dari fisioterapis Man City.
Dia awalnya dapat melanjutkan permainan saat Pep Guardiola menyiapkan Foden untuk berjaga-jaga, tapi De Bruyne terlihat emosional saat dia pergi meninggalkan lapangan.
De Bruyne seperti biasa sangat penting sepanjang kampanye untuk tim asuhan Guardiola, terutama ketika datang ke kompetisi utama seperti Liga Champions.
Dia mencetak gol penyeimbang yang sangat penting di leg pertama semifinal melawan Real Madrid ketika tim Inggris itu benar-benar berada dalam posisi tertinggal.
Beberapa sudut kemudian menunjukkan bahwa mungkin gol seharusnya tidak diizinkan, dengan bola yang tampaknya keluar dari permainan, tetapi Man City tidak pernah melihat ke belakang setelah gol tersebut.
Ada momen menarik antara mantan pemain Chelsea dan Guardiola di leg kedua ketika dia terlihat menyuruh pelatih asal Spanyol itu untuk 'diam'.
Dia mungkin telah merasakan jenis tekanan yang sangat berbeda pada saat itu, dengan Thierry Henry menyarankan dia menyadari beberapa masalah yang dialami pemain tersebut.
Memasukkan Foden bukanlah pengganti terburuk, tidak peduli seberapa bagus De Bruyne, dengan pemain berusia 23 tahun itu sangat penting bagi tim sebelumnya.
Jelang laga, Steven Gerrard bahkan menjadikan bintang Inggris itu sebagai contoh sempurna seberapa kuat skuad Guardiola.
Legenda Liverpool menunjukkan bahwa Foden akan menjadi starter yang dijamin di hampir semua tim lain di Eropa, tetapi kehilangan tempatnya di starting line-up Man City karena sakit dan cedera di beberapa musim terakhir.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
