Pelatih Arsenall Mikel Arteta. (Dok Arsenal FC)
JawaPos.com–Arsenal kembali menunjukkan bahwa bola mati bukan sekadar variasi serangan, melainkan senjata utama dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini. Menghadapi Chelsea di Emirates Stadium, The Gunners menang 2-1 lewat dua gol hasil situasi sepak pojok.
Secara permainan, laga berjalan cukup ketat. Arsenal tidak sepenuhnya dominan, sementara Chelsea sempat memberikan tekanan, terutama sebelum gol kedua tercipta.
Namun seperti yang sudah sering terjadi musim ini, detail kecil menjadi pembeda dan Arsenal sangat efektif memanfaatkannya. Gol pembuka lahir dari skema yang terorganisir rapi. Umpan sepak pojok mengarah ke tiang jauh, bola disundul kembali ke tengah sebelum disambar William Saliba menjadi gol.
Skema itu kembali membuahkan hasil saat Jurrien Timber menanduk kiriman Declan Rice untuk memastikan kemenangan. Tambahan tiga poin membuat Arsenal kembali unggul lima angka di puncak klasemen. Meski memainkan satu laga lebih banyak dari pesaing terdekat, posisi mereka tetap stabil dan konsisten.
Statistik mempertegas keunggulan Arsenal dalam bola mati. Mereka telah mencetak 16 gol dari situasi sepak pojok di Liga Inggris musim ini angka tertinggi dibanding tim lain dan menyamai rekor satu musim kompetisi. Sembilan di antaranya bahkan menjadi gol penentu kemenangan.
Pelatih Mikel Arteta menegaskan bahwa efektivitas adalah bagian penting dalam sepak bola modern. Menurut dia, tidak semua pertandingan bisa dimenangkan dengan permainan terbuka yang mengalir. Ada kalanya tim harus sabar, disiplin, dan memaksimalkan peluang dari bola mati.
Di sisi lain, beberapa pengamat menilai Arsenal belum selalu tampil meyakinkan dari segi permainan terbuka. Namun hasil tetap berbicara. Dengan sembilan pertandingan tersisa, konsistensi menjadi faktor utama.
Bek Gabriel juga kembali menunjukkan peran pentingnya dalam skema bola mati. Pergerakan dan kemampuannya memenangkan duel udara kerap membuka ruang bagi rekan setim.
Organisasi yang terlatih serta koordinasi saat bola masuk ke kotak penalti membuat Arsenal sulit dihentikan dalam situasi tersebut. Menuju fase akhir musim, Arsenal mungkin tidak selalu tampil spektakuler.
Namun dalam persaingan gelar, efektivitas sering kali lebih menentukan dibanding estetika. Sejauh ini, Arsenal tahu persis bagaimana memanfaatkan keunggulan mereka.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
