Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Dok. Manchester City)
JawaPos.com–Laga Premier League antara Leeds United dan Manchester City, Sabtu (28/2), diwarnai momen yang tak biasa. Pertandingan yang digelar di Elland Road itu sempat dihentikan sejenak pada menit ke-13 untuk memberi kesempatan pemain muslim berbuka puasa. Namun, dari tribun terdengar suara cemooh.
Kick off yang berlangsung pukul 17.30 waktu setempat memang bertepatan dengan Ramadhan. Saat wasit menghentikan laga, para pemain menepi ke pinggir lapangan untuk mengonsumsi cairan dan suplemen ringan.
Di layar besar stadion muncul penjelasan bahwa jeda dilakukan agar pemain yang menjalankan ibadah puasa bisa membatalkan puasanya. Manchester City menurunkan beberapa pemain muslim dalam susunan starter, termasuk Rayan Cherki dan Rayan Ait-Nouri.
Jeda itu hanya berlangsung sekitar satu hingga dua menit, sesuai dengan protokol yang sudah diterapkan Premier League sejak 2021. Asisten manajer Leeds Edmund Riemer mengaku fokus pada pertandingan sehingga tidak terlalu memperhatikan reaksi penonton. Meski begitu, dia menyayangkan jika benar ada suporter yang menunjukkan ketidaksetujuan.
”Kami tentu tidak ingin hal seperti itu terjadi. Sepak bola harus jadi ruang yang menghargai semua pihak,” ujar Edmund Riemer usai laga dikutip dari bcc.com.
Di lapangan, Manchester City tampil efektif. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil di penghujung babak pertama. Antoine Semenyo mencetak gol pada masa injury time dan memastikan kemenangan 1-0 untuk tim tamu.
Manajer City Pep Guardiola menegaskan, jeda singkat tersebut penting bagi kondisi pemainnya. Di sepak bola modern, detail kecil seperti asupan energi bisa berdampak besar pada performa.
”Ini tentang menghormati agama dan keberagaman. Liga sudah mengizinkan jeda singkat untuk pemain yang berpuasa,” kata Guardiola.
Ramadhan tahun ini dimulai pada 17 Februari dan berlangsung selama sebulan. Dengan waktu matahari terbenam di Inggris berada di kisaran sore hingga awal malam, laga-laga dengan jadwal kick off petang berpotensi mengalami situasi serupa.
Kelompok anti diskriminasi Kick It Out juga menilai reaksi cemooh tersebut mengecewakan. Mereka menegaskan bahwa kebijakan ini sudah lama disepakati dan menjadi bagian dari upaya membuat sepak bola lebih inklusif.
Terlepas dari kontroversi singkat itu, tiga poin tetap menjadi milik Manchester City. Sementara bagi Leeds, pekerjaan rumah bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga bagaimana memastikan atmosfer stadion tetap kondusif di tengah keberagaman yang ada di sepak bola modern.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022