Suporter Real Madrid membentangkan spanduk anti-rasisme sebagai bentuk solidaritas untuk Vinicius Junior saat menghadapi Benfica di Santiago Bernabeu. (Instagram/@getv)
JawaPos.com - Atmosfer di Santiago Bernabeu terasa berbeda sebelum laga Real Madrid kontra Benfica dimulai. Bukan hanya karena tensi pertandingan Liga Champions yang tinggi, tetapi juga karena pesan kuat yang datang dari tribun penonton.
Melansir Irish News, para Madridista membentangkan spanduk anti-rasisme sebagai bentuk dukungan untuk Vinicius Junior, yang kembali bertemu Benfica hanya delapan hari setelah insiden panas di Lisbon. Saat para pemain memasuki lapangan, dua pesan tegas menggema di stadion: “Tidak untuk rasisme” dan “Hormat”.
Dukungan itu bukan tanpa alasan. Pada leg pertama di Portugal, Vinicius menuduh dirinya dilecehkan secara rasial oleh Gianluca Prestianni, sebuah tuduhan yang dibantah pemain Benfica tersebut.
Insiden itu membuat pertandingan sempat dihentikan selama 10 menit setelah Vinicius meninggalkan lapangan dan menolak untuk kembali bermain.
Ironisnya, malam itu justru dimulai dengan aksi brilian dari sang winger Brasil. Ia mencetak gol pembuka lewat aksi individu luar biasa, melengkungkan bola dari sudut sempit lima menit setelah babak kedua dimulai.
Namun, selebrasi di depan suporter tuan rumah berubah menjadi momen penuh ketegangan ketika ia terlihat marah dan segera melaporkan sesuatu kepada wasit.
UEFA bergerak cepat. Pada Senin, badan sepak bola Eropa itu menjatuhkan sanksi sementara kepada Prestianni, membuatnya absen di leg kedua. Meski demikian, pemain Argentina tersebut tetap berangkat ke Madrid bersama skuad Benfica.
Benfica sempat mengajukan banding atas keputusan itu, tetapi UEFA menolaknya.
“Gianluca Prestianni tetap diskors sementara untuk pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya yang seharusnya ia ikuti,” demikian bunyi pernyataan UEFA.
UEFA juga menegaskan bahwa skorsing sementara tersebut "tidak mengurangi keputusan apa pun yang mungkin dibuat oleh badan disiplin UEFA setelah selesainya penyelidikan yang sedang berlangsung dan penyerahannya kepada badan disiplin UEFA".
Sementara itu, pelatih Benfica, Jose Mourinho, ikut menjadi sorotan. Setelah leg pertama, ia menuai kritik atas komentarnya yang dianggap menyudutkan Vinicius.
Mourinho sempat menyiratkan bahwa sang pemain “memancing” cemoohan lewat selebrasinya dan mengatakan bahwa "di stadion tempat Vinicius bermain, sesuatu selalu terjadi".
Organisasi anti-diskriminasi Kick It Out bahkan menuduh Mourinho melakukan "gaslighting" atas pernyataan tersebut.
Menjelang leg kedua, Mourinho tidak menggelar konferensi pers pra-pertandingan seperti biasanya. Ia juga diperkirakan menyaksikan laga dari tribun setelah sebelumnya diusir dari lapangan karena berteriak kepada wasit Francois Letexier di Lisbon.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
