Pemain Chelsea Cole Palmer saat laga kontra Burnley. (Dok. Instagram/@chelseafc)
JawaPos.com – Pelatih kepala Chelsea Liam Rosenior mengaku belajar untuk mengenal satu per satu pemainnya setelah The Blues kehilangan Wesley Fofana yang diusir karena kartu merah setelah ditahan imbang 1–1 melawan Burnley.
Chelsea membuka pertandingan dengan dominasinya setelah Joao Pedro membawa unggul di menit keempat di Stamford Bridge. Tetapi, setelah bermain dengan 10 pemain di babak kedua, mereka mengendurkan serangan.
Sementara, tim tamu sukses mencetak gol penyama kedudukan setelah striker andalan The Clarets, Zian Flemming, berhasil melewati penjagaannya dan menyundul bola dari sepak pojok menyambut umpan silang James Ward-Prowse.
Setelah laga berakhir, Rosenior menyebut bahwa tidak ada salah satu pemainnya yang salah. Hal itu menjadi bagian dari penilaian yang mengejutkan atas penampilan yang mengkhawatirkan skuadnya secara keseluruhan.
"(Kekalahan) itu bukan kesalahan Wesley (Fofana). Itu kesalahan performa kami. Sejak gol pertama, kami kurang tajam saat menguasai bola. Saya ingin kami menciptakan gelombang serangan demi gelombang serangan. Kami terlalu aman dalam penguasaan bola."
"Kami tahu ancaman terbesar mereka dengan (James) Ward-Prowse di lapangan adalah bola mati. Kami bermain semaksimal mungkin karena itu satu-satunya cara mereka bisa mencetak gol dengan 10 pemain. Kami masih belum bisa menyelesaikannya."
"Kami telah kehilangan empat poin dari dua pertandingan kandang terakhir. Itu tidak cukup baik untuk klub di level (Chelsea) ini bagi saya untuk mengatakan bahwa kami adalah tim yang lebih baik (saat ini)."
"Saya sedang belajar tentang para pemain. Saya sedang belajar tentang orang-orang yang dapat diandalkan ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan dan Anda perlu menyelesaikan pertandingan. Itu sesuatu yang perlu kita tangani dengan sangat cepat," tambahnya.
"Kita juga perlu memiliki pemain yang dapat diandalkan saat momen-momen penting untuk melakukan tugas mereka. (Salah satunya saat) bola mati yang sangat penting di Liga Inggris. Rekor kita musim ini dalam bertahan dari bola mati tidak sesuai dengan level yang dibutuhkan."
"Saya tahu apa yang kita butuhkan untuk sampai ke sana (level tertinggi Chelsea). Ini bukan soal pemain muda. Ini soal menilai pemain yang dapat diandalkan di saat-saat sulit (pertandingan krusial menuju akhir musim)," tutup Rosenior.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022