Arsenal gagal meraih kemenangan usai ditahan Wolves 2-2. Viktor Gyokeres dan Noni Madueke jadi sorotan setelah tampil jauh dari harapan di Molineux. (Instagram/@arsenal)
JawaPos.com - Ambisi Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar 22 tahun mendapat gangguan serius. Bertandang ke markas tim juru kunci, Wolverhampton Wanderers, The Gunners justru harus puas dengan hasil imbang 2-2 dalam laga yang seharusnya bisa mereka kunci lebih awal.
Sempat unggul dua gol lewat Declan Rice dan Piero Hincapie hingga menit ke-56, Arsenal terlihat nyaman. Tapi sepak bola selalu menyimpan kejutan.
Hugo Bueno berhasil memperkecil ketertinggalan, dan di masa tambahan waktu, tekanan Wolves berujung petaka setelah situasi kemelut yang melibatkan tembakan Tom Edozie dan sentuhan Riccardo Calafiori membuat Arsenal gagal mengamankan tiga poin.
Melansir Football Fancast, di balik hasil mengecewakan itu, ada dua nama yang jadi sorotan karena tampil jauh di bawah ekspektasi.
Didatangkan dengan mahar £60 juta, Viktor Gyokeres jelas bukan pembelian murah. Harapannya sederhana: tajam, konsisten, dan jadi solusi di lini depan. Secara angka, 13 gol di semua kompetisi memang terlihat lumayan. Tapi kontribusinya di laga-laga krusial mulai dipertanyakan.
Melawan Wolves, penyerang asal Swedia itu benar-benar tenggelam.
Selama 65 menit di lapangan, Gyokeres hanya mencatat 11 sentuhan bola. Empat operan sukses, satu sentuhan di kotak penalti lawan, dan yang paling mengkhawatirkan adalah nol tembakan ke gawang. Untuk seorang striker utama, itu jelas statistik yang bikin dahi berkerut.
Arsenal butuh sosok yang bisa jadi pembeda saat pertandingan mulai panas. Tapi di Molineux, Gyokeres justru seperti penonton dengan jersey Arsenal. Minim pergerakan berbahaya, minim ancaman nyata.
Dengan performa seperti ini, tekanan terhadap Mikel Arteta untuk mencari alternatif di lini depan pasti akan semakin besar.
Nama kedua yang tak kalah mengecewakan adalah Noni Madueke. Dipercaya mengisi sisi kanan, bahkan ketika Bukayo Saka sudah kembali, winger berusia 23 tahun itu gagal memanfaatkan momen pembuktian.
Madueke bermain 65 menit sebelum akhirnya ditarik keluar. Dan keputusan itu terasa masuk akal jika melihat statistiknya.
Akurasi umpannya memang 82%, tapi ia kehilangan bola sembilan kali—angka yang cukup tinggi untuk pemain sayap yang diharapkan memberi stabilitas sekaligus kreativitas. Lebih parah lagi, ia tak mencatatkan satu pun umpan kunci.
Tanpa bola pun kontribusinya nyaris tak terasa. Nol tekel sukses dan hanya memenangkan 25% duel menunjukkan kurangnya intensitas dalam membantu pertahanan.
Tak heran ia hanya mendapat rating 4/10. Dalam laga sepenting ini, Arsenal butuh pemain yang siap mengambil tanggung jawab. Sayangnya, Madueke belum menunjukkan level tersebut.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
