Joan Laporta kembali melontarkan sindiran tajam kepada Real Madrid, menyinggung isu diving, penalti, dan dugaan tekanan terhadap wasit di La Liga. (Instagram/@jlaportaoficial)
JawaPos.com - Joan Laporta kembali menjadi sorotan setelah melontarkan komentar pedas yang menyasar Real Madrid.
Dalam jamuan makan siang antara jajaran direksi Albacete dan Barcelona, presiden Barcelona itu tak ragu menyampaikan kritiknya, kali ini terkait isu diving, penalti, dan apa yang ia anggap sebagai budaya manipulasi terhadap wasit di La Liga.
Laporta sempat membuka pernyataannya dengan nada seolah meminta maaf atas komentar sebelumnya. Namun, seperti yang sudah bisa ditebak, arah pembicaraan dengan cepat berubah menjadi sindiran tajam, yang menurutnya juga akan dirasakan oleh pengamat netral.
Melansir Managing Madrid, Laporta secara spesifik menyinggung sebuah pertandingan antara Real Madrid vs Rayo Vallecano, mempertanyakan keputusan wasit yang menurutnya sulit dipahami.
“Kemarin saya membuat lelucon tentang 'diving,' maaf, tapi saya menonton pertandingan Real Madrid vs. Rayo dan saya tidak tahu dari mana datangnya sepuluh menit waktu tambahan itu.”
Ia kemudian memperluas kritiknya pada fenomena diving yang, menurutnya, sudah terlalu sering terjadi dan seharusnya ditindak lebih tegas.
“Ada banyak permainan di mana para pemain terbiasa melakukan diving. Ini seharusnya diberi kartu.”
Untuk memperkuat argumennya, Laporta membandingkan standar wasit di La Liga dengan liga lain.
“Beberapa hari lalu saya menonton pertandingan Liga Primer, dan mereka menunjukkan kartu untuk pelanggaran menginjak kaki dan berpura-pura jatuh.”
Laporta berusaha menempatkan dirinya bukan hanya sebagai presiden Barcelona, melainkan sebagai pencinta sepak bola yang merasa terusik dengan keputusan-keputusan tertentu.
“Saya melihat bahwa Rayo Vallecano dirugikan secara tidak adil dalam pertandingan itu. Saya mengatakan ini sebagai seorang penggemar.”
Ia juga menyoroti beberapa keputusan wasit yang menurutnya terlalu mudah meniup peluit.
“Ada beberapa pelanggaran yang menurut saya bukan pelanggaran. Dia tidak menendang striker, yang kemudian terjatuh; itu hanya berlebihan.”
Meski terdengar keras, Laporta menegaskan bahwa kritiknya dimaksudkan sebagai masukan, bukan semata-mata serangan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
