Penetapan tanggal pemilu presiden Barcelona pada 15 Maret menuai kritik dari kandidat lain yang menilai keputusan tersebut menguntungkan Joan Laporta. (Instagram/@jlaportaoficial)
JawaPos.com - Keputusan Barcelona menetapkan tanggal pemilihan presiden klub berikutnya memicu polemik internal.
Joan Laporta secara resmi mengonfirmasi bahwa pemungutan suara akan digelar pada 15 Maret, lebih cepat dari perkiraan banyak pihak dan di tengah padatnya agenda kompetisi.
Yang membuat keputusan ini semakin kontroversial, pemilu tersebut akan bertepatan dengan pertandingan kandang Barcelona melawan Sevilla.
Fakta bahwa pemilihan dijadwalkan di tengah musim langsung menuai keberatan, terutama dari para kandidat penantang Laporta yang menilai langkah tersebut sarat kepentingan.
Melansir Football Espana, salah satu suara paling vokal datang dari Marc Ciria. Ia menilai penetapan tanggal ini sebagai langkah oportunistik yang secara tidak langsung menguntungkan petahana.
“Kami sudah merencanakan bahwa Laporta akan memanfaatkan setiap momen yang menguntungkan untuk mengadakan pemilihan,” kata Ciria.
“Kami memahami bahwa statuta mengizinkannya, tetapi hal yang normal adalah melakukannya setelah musim berakhir dan berbagai tim berjuang memperebutkan gelar, bukan di tengah hiruk pikuk ini.”
Ciria menegaskan bahwa pihaknya tidak terkejut dengan manuver tersebut.
“Namun, ini jelas merupakan proses oportunistik dari pihak Laporta. Kami siap karena dia sudah pernah melakukannya sebelumnya, untuk memanfaatkan momentum yang menguntungkan dirinya dan bukan Barca.”
Meski demikian, ia tetap menekankan sisi demokratis klub.
“Kami senang bahwa ini adalah klub yang demokratis dan kami akan mempercepat langkah agar para anggota memberikan kepercayaan mereka kepada kami.”
Lebih jauh, Ciria juga membingkai pemilu ini sebagai pertarungan ide. Menurutnya, ada pilihan jelas antara mempertahankan sistem lama atau membawa perubahan.
“Saya pikir ini akan menjadi hal yang besar karena jelas ada perdebatan: mempertahankan model pemerintahan usang yang diwakili oleh Laporta atau memodernisasi klub dengan proposal berbeda seperti yang kami wakili.”
“Polarisasi cara-cara yang bertentangan ini akan membuat anggota yang merasa tersingkir oleh mandat ini ingin menyampaikan pendapat mereka.”

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
