Para pemain Sevilla FC merayakan keberhasilan memenangi Liga Europa di Puskas Arena, Budapest, kemarin (1/6) dini hari.
JawaPos.com – Kiper Maroko Yassine Bounou atau yang dikenal dengan Bono masih menyimpan kekecewaan dari Qatar enam bulan lalu. Saat itu, kiprah Bono dengan performa ciamik dalam adu penalti di babak 16 besar sukses menghancurkan Spanyol 3-0.
Bono juga gagal dibobol para pemain top Portugal seperti Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, Rafael Leao, Goncalo Ramos, Joao Felix, dan Bernardo Silva di perempat final. Maroko menang tipis 1-0.
Sayang, laju hebat Maroko terhenti di semifinal oleh Prancis dan gagal pula dalam perebutan posisi ketiga oleh Kroasia. Selain itu, Bono gagal memenangi penghargaan pribadi Golden Glove. Kiper timnas Argentina Emiliano Martinez sukses menyisihkan Bono.
Kemarin (1/6) dini hari, Bono seperti membayar lunas kesuksesan tertunda di Qatar. Dia jadi pahlawan Sevilla ketika mengalahkan AS Roma lewat adu penalti 4-1 (1-1) dalam final Liga Europa di Puskas Arena, Budapest.
Dengan dua kali penyelamatan, kiper 32 tahun itu membawa Sevilla memenangi Liga Europa untuk kali ketujuh (terbanyak). Bono sekaligus terpilih sebagai man of the match. ’’Setahun yang penuh emosi. Setelah Piala Dunia, sekarang laga final Liga Europa,’’ kata Bono kepada Diario AS.
Dua penyelamatan yang dilakukan Bono kemarin adalah mengeblok tembakan dua bek AS Roma, Gianluca Mancini dan Roger Ibanez. Sama seperti di Piala Dunia, tepatnya di Education City Stadium, Al Rayyan, kala dia menghentikan tendangan penalti dua pemain Spanyol. Gelandang serang Carlos Soler dan kapten Sergio Busquets.
”Aku sudah sering menjalani momen seperti ini (adu penalti, Red) dan aku sangat memahami butuh ketenangan untuk menghadapinya,” beber kiper cadangan Thibaut Courtois dan Daniel Aranzubia di Atletico Madrid pada musim 2013–2014 itu.
Dalam konferensi pers setelah laga, entrenador Sevilla Jose Luis Mendilibar tidak menyebut adu penalti sebagai salah satu persiapan di final Liga Europa. Menurut Mendi (sapaan akrab Mendilibar), sesi latihan adu penalti tidak ada artinya jika tidak disertai mentalitas yang kuat.
”Beruntung kami memiliki kiper dengan mentalitas seperti dia (Bono, Red),” ucap Mendilibar kepada Mundo Deportivo. ’’Pengalaman di Piala Dunia (Qatar) telah membuat dia berada dalam level salah satu (kiper) terbaik dunia,’’ sambung Mendilibar.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
