Thomas Frank. (Dok Tottenham Hotspur)
JawaPos.com – Thomas Frank mengkritik wasit John Brooks atas kepemimpinannya dalam kekalahan kandang Tottenham 1–2 dari Liverpool dan mempertanyakan kemungkinan hukuman larangan bermain yang dihadapi Xavi Simons setelah mendapat kartu merah.
Spurs menyelesaikan pertarungan ini dengan sembilan pemain berada di lapangan setelah Simons diusir keluar lapangan menyusul tinjauan VAR atas tekel terlambat terhadap kapten Liverpool, Virgil van Dijk, setelah 30 menit laga berjalan.
Pemain pengganti Alexander Isak membuka skor pada menit ke-56 dan langsung mengalami cedera sebelum Hugo Ekitike menggandakan keunggulan tim tamu dengan sundulan setelah memenangkan duel udara dengan Cristian Romero.
Romero mendapat kartu kuning karena protes keras, dan setelah Richarlison mencetak gol untuk memperkecil selisih dengan tujuh menit tersisa, bek tengah Argentina tersebut diusir karena tampak menendang Ibrahima Konate.
"Kami mendapat kartu merah pertama (Xavi Simons), yang pernah saya lihat diberikan sebelumnya. Saya juga pernah mengatakan sebelumnya, beberapa kali (saat masih) di Brentford, saya juga pernah melihat yang lain dan saya tidak menyukai kartu merah ini,” ujarnya.
"Saya pikir pertandingan ini mungkin terlalu besar untuk mengatakan 'sudah berakhir', tetapi bagi saya itu bukan tindakan ceroboh, dia (Simons) tidak datang dengan kekuatan luar biasa. Dia mengejar Van Dijk."
“Dia mencoba memberi tekanan dan kemudian dia mengubah arah dan sayangnya kakinya berada di tendon Achilles-nya (Van Dijk). Anda bisa mengatakan 'ah, Anda harus lebih cerdas, jangan lakukan itu', tetapi jadi kita tidak diizinkan lagi melakukan kontak fisik? Jadi itulah masalahnya."
"Hal berikutnya, jika dia mendapat (larangan) tiga pertandingan, bagaimana dia bisa mendapat tiga pertandingan untuk sesuatu yang bukan tindakan ceroboh? Itu benar-benar salah dan kami mungkin tidak bisa mengajukan banding," lanjut manajer asal Denmark ini.
"Kami merespons dengan sangat baik terhadap (kartu merah Simons). Lalu, saya pikir gol kedua (Ekitike) adalah kesalahan dari wasit. Saya pikir jelas ada dua tangan di punggung. Saya tidak mengerti bagaimana dia bisa melakukan itu."
"Kita sudah melihat itu ribuan kali di lapangan, seseorang akan melakukan tendangan gawang, dua tangan di bek tengah, (tampak seperti) pelanggaran tetapi tampaknya bukan di kotak penalti. Itu adalah kesalahan terbesar menurut saya."
Frank kemudian juga membela Romero meskipun ia kehilangan ketenangan tepat ketika Spurs mengancam untuk menyamakan kedudukan di menit-menit akhir setelah duel udara dengan bek The Reds.
"Saya tidak mengerti apakah benar atau salah jika dia memberikan kartu kuning pertama. (Untuk) kartu kuning kedua, saya melihat dua pemain besar saling berduel. Itu pelanggaran, tidak lebih."
"Setiap pemain perlu mengendalikan emosi mereka dan tetap tenang, bukan hanya karena Anda kapten. Anda berbicara tentang pemain yang sangat bersemangat yang telah sangat baik untuk klub ini selama bertahun-tahun," tandas pelatih berusia 52 tahun tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
