Masa depan Xabi Alonso dipertaruhkan saat Real Madrid menghadapi Manchester City di Liga Champions. (Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com - Tekanan terhadap Xabi Alonso kini mencapai titik tertinggi. Kekalahan 0-2 dari Celta Vigo di Santiago Bernabeu kembali menjerumuskan Real Madrid ke dalam sorotan negatif.
Baru saja tim tampak pulih lewat kemenangan atas Athletic Bilbao, pembicaraan soal krisis langsung muncul lagi, dan masa depan Alonso pun menjadi perbincangan panas—termasuk isu “keretakan di ruang ganti yang sekali lagi semakin menguat.”
Menurut laporan El Mundo, kekalahan dari Celta Vigo langsung memicu pertemuan tingkat tinggi di kantor klub. Para petinggi Real Madrid menghabiskan beberapa jam untuk membahas satu pertanyaan besar: apakah Alonso harus tetap menjabat?
Fakta di lapangan memang sulit dibantah. Real Madrid hanya mencatat satu kemenangan dari lima laga liga terakhir. Dalam rentang kurang dari sebulan, mereka berubah dari pemuncak klasemen dengan selisih lima poin menjadi tertinggal empat poin dari Barcelona.
Penurunan drastis ini, ditambah performa buruk saat melawan Celta—mulai dari sikap pemain, menit-menit akhir yang kacau, hingga gaya bermain—membuat Alonso berada dalam posisi paling genting sejak ia tiba di klub.
Pertemuan yang berlangsung hingga lewat pukul satu pagi itu menghasilkan satu keputusan tegas: pertandingan melawan Manchester City akan menjadi kesempatan terakhir Alonso.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa wacana pemecatan Alonso sudah mengemuka sejak pekan lalu, bahkan sebelum menghadapi Athletic Bilbao. Internal klub sudah membahas “ujian akhir” selama tujuh hari, terdiri dari tiga pertandingan: Athletic, Celta, dan Manchester City.
Hasilnya? Satu kemenangan dan satu kekalahan sejauh ini. Namun, kekalahan dari Celta memicu kemarahan sejumlah petinggi klub.
Beberapa bahkan ingin memecat Alonso sebelum laga melawan tim asuhan Pep Guardiola. Pada akhirnya, meski terjadi perbedaan pandangan, keputusan diambil untuk tetap mempertahankan Alonso hingga duel pada Rabu (9/12).
Situasi ini membuat Real Madrid mulai bergerak mencari opsi baru. Dua nama teratas sudah muncul: Zinedine Zidane dan Juergen Klopp.
Zidane, yang telah menorehkan dua periode gemilang bersama klub, diyakini masih menjadi figur yang dihormati di ruang ganti dan mengenal kultur klub lebih baik dari siapa pun. Meski sedang menunggu peluang melatih tim nasional Prancis, peluang kembalinya ke Bernabeu tetap terbuka.
Klopp, sementara itu, kini menjabat sebagai Kepala Divisi Sepak Bola grup Red Bull setelah meninggalkan Liverpool. Masih belum jelas apakah ia berminat kembali ke bangku pelatih dalam waktu dekat.
Yang jelas, Real Madrid sadar bahwa sebagian besar ruang ganti kini menentang Alonso, sebuah situasi yang tidak bisa dibiarkan di klub sebesar Los Blancos.
Duel kontra Manchester City bukan hanya tentang kelangsungan di Liga Champions. Ini adalah malam yang bisa menentukan apakah era Xabi Alonso di Bernabeu akan berlanjut atau sebaliknya?

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
