
Real Madrid dilanda krisis cedera parah dengan 13 pemain tumbang. (ig @krajelvisabernabea)
JawaPos.com-Real Madrid resmi memasuki masa paling kritis di musim ini. Setelah klub mengonfirmasi bahwa Trent Alexander-Arnold akan absen selama dua bulan karena cedera paha, daftar cedera Los Blancos semakin menggunung.
Cedera Trent datang pada momen yang benar-benar tidak ideal, ketika jadwal padat dan performa yang sedang goyah membuat tiap pemain yang absen terasa seperti satu pukulan tambahan.
Melansir Madrid Universal, dalam 31 hari terakhir saja, Real Madrid telah mencatat 13 cedera, jumlah yang sama dengan total cedera mereka dari Agustus hingga Oktober atau selama tiga bulan penuh.
November menjadi titik paling berat, bahkan lebih turbulen dibandingkan musim lalu di era Carlo Ancelotti yang juga sempat diterpa badai cedera. Bedanya, kali ini semuanya menumpuk dalam waktu singkat.
Buat Xabi Alonso, kondisi ini hampir seperti puzzle dengan potongan yang hilang. Dia harus meracik strategi dengan pilihan yang semakin terbatas, terutama di pertandingan-pertandingan penting yang membutuhkan rotasi optimal.
Daftar pemain yang masuk ruang perawatan makin panjang setiap minggu. Eduardo Camavinga, Antonio Rüdi, Trent Alexander-Arnold, dan Dani Carvajal adalah beberapa nama utama yang sudah absen. Namun itu baru permukaan.
Dalam rentang 31 hari itu, cedera juga menimpa Eder Militao, David Alaba, Dean Huijsen, Ferland Mendy, Aurelien Tchouameni, Federico Valverde, Franco Mastantuono, dan Kylian Mbappe. Dengan begitu banyak pemain inti tumbang hampir bersamaan, Real Madrid kehilangan struktur ideal di banyak lini sekaligus.
Tidak seperti periode awal musim, kali ini cedera datang bertumpuk. Beberapa pemain bahkan absen di waktu yang bersamaan, membuat opsi rotasi menjadi sangat terbatas. Dalam konteks jadwal padat dan rentetan hasil kurang memuaskan belakangan ini, dampaknya terasa berlipat.
Meski ada sedikit kelegaan dari pemain yang absen hanya karena tugas internasional, intensitas cedera di skuad membuat Alonso sulit menemukan komposisi terbaik. Ketimbang seperti sebuah perencanaan matang, setiap laga yang dijalani Real Madrid terlihat sebagai ajang improviasi.
Pada akhirnya, akar masalah tetap sama, jadwal yang terlalu padat dan tuntutan fisik yang semakin berat. Para pemain dipaksa terus tampil dengan tempo tinggi tanpa cukup waktu pemulihan, dan hasilnya kini terlihat jelas di ruang perawatan Valdebebas.
Bagi Real Madrid, badai cedera ini bukan sekadar fase biasa, ini adalah ujian mental, kedalaman skuad, dan strategi Xabi Alonso dalam menjaga tim tetap kompetitif di tengah situasi yang makin pelik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
