Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Desember 2025 | 01.58 WIB

Real Madrid Terpuruk: 13 Cedera dalam 31 Hari, Siapa yang Akan Menyelamatkan Mereka?

Real Madrid dilanda krisis cedera parah dengan 13 pemain tumbang. (ig @krajelvisabernabea) - Image

Real Madrid dilanda krisis cedera parah dengan 13 pemain tumbang. (ig @krajelvisabernabea)

JawaPos.com-Real Madrid resmi memasuki masa paling kritis di musim ini. Setelah klub mengonfirmasi bahwa Trent Alexander-Arnold akan absen selama dua bulan karena cedera paha, daftar cedera Los Blancos semakin menggunung. 

Cedera Trent datang pada momen yang benar-benar tidak ideal, ketika jadwal padat dan performa yang sedang goyah membuat tiap pemain yang absen terasa seperti satu pukulan tambahan.

Melansir Madrid Universal, dalam 31 hari terakhir saja, Real Madrid telah mencatat 13 cedera, jumlah yang sama dengan total cedera mereka dari Agustus hingga Oktober atau selama tiga bulan penuh. 

November menjadi titik paling berat, bahkan lebih turbulen dibandingkan musim lalu di era Carlo Ancelotti yang juga sempat diterpa badai cedera. Bedanya, kali ini semuanya menumpuk dalam waktu singkat.

Buat Xabi Alonso, kondisi ini hampir seperti puzzle dengan potongan yang hilang. Dia harus meracik strategi dengan pilihan yang semakin terbatas, terutama di pertandingan-pertandingan penting yang membutuhkan rotasi optimal.

Siapa Saja yang Terdampak?

Daftar pemain yang masuk ruang perawatan makin panjang setiap minggu. Eduardo Camavinga, Antonio Rüdi, Trent Alexander-Arnold, dan Dani Carvajal adalah beberapa nama utama yang sudah absen. Namun itu baru permukaan.

Dalam rentang 31 hari itu, cedera juga menimpa Eder Militao, David Alaba, Dean Huijsen, Ferland Mendy, Aurelien Tchouameni, Federico Valverde, Franco Mastantuono, dan Kylian Mbappe. Dengan begitu banyak pemain inti tumbang hampir bersamaan, Real Madrid kehilangan struktur ideal di banyak lini sekaligus.

Tidak seperti periode awal musim, kali ini cedera datang bertumpuk. Beberapa pemain bahkan absen di waktu yang bersamaan, membuat opsi rotasi menjadi sangat terbatas. Dalam konteks jadwal padat dan rentetan hasil kurang memuaskan belakangan ini, dampaknya terasa berlipat.

Meski ada sedikit kelegaan dari pemain yang absen hanya karena tugas internasional, intensitas cedera di skuad membuat Alonso sulit menemukan komposisi terbaik. Ketimbang seperti sebuah perencanaan matang, setiap laga yang dijalani Real Madrid terlihat sebagai ajang improviasi.

Pada akhirnya, akar masalah tetap sama, jadwal yang terlalu padat dan tuntutan fisik yang semakin berat. Para pemain dipaksa terus tampil dengan tempo tinggi tanpa cukup waktu pemulihan, dan hasilnya kini terlihat jelas di ruang perawatan Valdebebas.

Bagi Real Madrid, badai cedera ini bukan sekadar fase biasa, ini adalah ujian mental, kedalaman skuad, dan strategi Xabi Alonso dalam menjaga tim tetap kompetitif di tengah situasi yang makin pelik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore