
David Moyes. (Getty Images via BBC)
JawaPos.com-David Moyes dan Kiernan Dewsbury-Hall yakin Everton mampu bersaing untuk lolos ke kompetisi Eropa. Saat ini mereka menduduki peringkat kelima di Liga Inggris.
The Toffees meraih empat kemenangan dalam rentang lima pertandingan. Terakhir mereka mengalahkan Nottingham Forest 3-0 di Stadion Hill Dickinson pada Sabtu (6/12) malam.
The Toffees unggul terlebih dahulu setelah 83 detik ketika Dewsbury-Hall memaksa Nikola Milenkovic melakukan gol bunuh diri, sementara Thierno Barry akhirnya membuka rekening golnya untuk Everton menjelang akhir babak pertama.
Dewsbury-Hall memastikan kemenangan di penghujung laga dengan penyelesaian yang apik. Everton kini telah memenangkan tiga dari lima pertandingan liga kandang terakhir mereka (S1 K1), dan Moyes tidak melihat alasan untuk tidak memiliki ambisi yang tinggi untuk musim ini.
"Saya terlalu tua sekarang untuk mengatakan kami hanya ingin menghindari degradasi. Tapi saya tidak cukup bodoh untuk mengatakan Eropa sepenuhnya mungkin, saya rasa kita belum sepenuhnya siap. Tapi kami akan terus mengetuk pintu," kata Moyes kepada BBC Match of the Day.
David Moyes menyatakan senang timnya kembali mencatat clean sheet. Menurut dia, memenangkan pertandingan di Liga Inggris saat ini sulit, unggul tiga gol di menit-menit akhir itu hasil yang bagus.
“Gol awal membuat kami bisa bertahan dan melakukan serangan balik lebih banyak, dan gol kedua sebelum babak pertama berakhir sungguh mematikan,” ucap Moyes.
Moyes juga memuji Barry, yang mencetak gol perdananya untuk Toffees. Hal ini sangat penting dan sudah seharusnya terjadi. Penyerang harus mencetak gol. Sebab kalau tidak, tim akan mencari pengganti.
Dewsbury-Hall menggaungkan sentimen manajer, meskipun dengan lebih banyak hal positif.
"Cara para penggemar menerima saya sungguh merendahkan hati, dan manajer serta para pemain, mereka bilang kami tahu betapa hebatnya kalian, pergilah dan ekspresikan diri kalian," kata gelandang itu. "Sekarang, yang penting adalah terus melakukan hal yang benar dan tetap tenang," tutur Barry.
"Tentu saja, Eropa adalah ambisi yang realistis. Ukuran klub, kepemilikan, stadion, semuanya mencerminkan sepak bola Eropa. Banyak hal bisa terjadi, tetapi kami sedang mengambil langkah positif,” imbuh dia.
Sementara itu, mantan manajer Everton Sean Dyche mengalami kepulangan yang tidak menyenangkan ke Merseyside. Forest gagal mencetak gol untuk kedelapan kali musim ini.
"Kami sama sekali tidak mendekatinya dalam hal fisik. Kami menguasai bola di banyak tempat, tetapi keputusan-keputusan yang diambil merugikan kami," ujar manajer Forest kepada BBC Match of the Day.
"Kami mencoba datang ke sini dan bermain, tapi awalnya tidak bagus. Permainannya kacau balau, beberapa umpan silang masuk tanpa ada yang mendekatinya. Para pemain memang pantas mendapat banyak pujian, tapi mereka harus berjuang dan bermain sesuai bentuk permainan Anda. Kami jauh dari itu," imbuh dia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
