
Pemain Crystal Palace. (Instagram.com/crystalpalace)
JawaPos.com-Oliver Glasner yakin bursa transfer Crystal Palace yang sepi mulai berdampak pada mereka. Mereka kalah dari Manchester United pada hari Minggu (30/11) malam.
The Eagles dikalahkan setan merah di Selhurst Park untuk pertama kalinya di Liga Inggris musim ini. United bangkit dari ketertinggalan untuk mengamankan kemenangan 2-1.
Kekalahan ini mengakhiri catatan 12 pertandingan tak terkalahkan Palace di liga kandang sendiri. Mereka kehilangan kesempatan untuk naik ke posisi kelima klasemen.
Tim Glasner memainkan pertandingan ke-22 mereka di semua kompetisi musim ini. Mereka juga berlaga di Liga Konferensi setelah memenangkan Piala FA musim lalu.
Meskipun jadwal mereka padat, Palace hanya merekrut lima pemain senior selama bursa transfer musim panas, yang ditutup pada 1 September. The Eagles juga menjual pemain andalannya Eberechi Eze. Mereka tetap mempertahankan Marc Guehi di tengah minat Liverpool.
Glasner, yang menjalani pertandingannya yang ke-200 sebagai pelatih di lima liga besar Eropa, yakin bahwa Eagles membayar harga karena tidak menambah kedalaman skuad.
"Jika Anda bermain sepak bola Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah Anda, Anda seharusnya berinvestasi, bukan menabung," ujar Glasner.
"Kami bermain dengan baik, kami masih berada di posisi yang baik di liga dan di keempat kompetisi yang kami jalani," tutur dia.
"Saya rasa Januari sudah terlambat (untuk menambah pemain). Kami sudah memainkan lebih dari 50 persen pertandingan kami. Apa pun yang kami hadapi saat ini, itu tidak mengejutkan," terang Glasner.
"Semuanya sudah cukup jelas, dan saya tidak mengatakan apa-apa. Tapi hari ini, saya rasa sudah waktunya untuk membicarakannya. Kami melewatkan beberapa peluang di bulan Juli dan Agustus, di bursa transfer, untuk mempermudah kami. Tapi sekali lagi, kami akan tetap bersatu dan memperbaikinya," imbuh dia.
Glasner juga tidak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya atas cara kekalahan Palace terhadap United. Tuan rumah telah mencatatkan 14 tembakan ke gawang selama pertandingan, tetapi digagalkan oleh dua bola mati.
"Saya tidak ingin membicarakan peluang yang terbuang. Jika kami butuh lebih dari satu menit untuk mempersiapkan diri demi tendangan bebas, itu salah kami," kata Glasner.
"Kami memang pantas unggul, tapi itu pun hanya soal selisih gol yang tipis. Saya tidak ingat apakah Manchester United punya peluang dalam permainan terbuka, tapi mereka sangat bagus dalam situasi bola mati, dan itulah mengapa kami akhirnya kalah," kata Glasner
"Kita bisa mencari banyak alasan, bisa dibilang kelelahan, rotasi, banyak alasan, tapi performanya, di banyak bagian, bagus. Man United telah memainkan 50 persen lebih sedikit pertandingan musim ini," sambung dia.
"Hasilnya memang menyakitkan saat ini, tapi kita akan belajar darinya. Terkadang, belajar itu menyakitkan," ujar dia.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
