
Kronologi kasus pemain naturalisasi Timnas Malaysia. (@FAM_Malaysia/X).
JawaPos.com - Dokumen resmi Keputusan Komite Banding FIFA mengungkapkan bahwa kasus bermula ketika Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) meminta tujuh pemain asing untuk menyerahkan sejumlah dokumen identitas, mulai dari paspor hingga akta kelahiran orang tua dan kakek-nenek mereka.
Permintaan ini dilakukan sebagai langkah administratif untuk memverifikasi latar belakang para pemain yang kemudian menjadi bagian dari bukti dalam proses banding.
Menurut dokumen yang dilampirkan, para pemain tidak menyerahkan dokumen secara langsung kepada FAM. Sebaliknya, para pemain diminta mengirimkannya melalui agen yang menjadi perantara.
Setiap pemain menjalani proses pengiriman yang berbeda, tetapi semua polanya sama, yaitu dengan mengumpulkan dokumen keluarga dan menyampaikannya melalui pihak ketiga yang memiliki akses langsung ke FAM.
Pengumpulan Dokumen Pemain
Pemain pertama Gabriel Felipe Arrocha menyerahkan dokumen secara langsung kepada agennya Ivan Cristovinho pada 7 Januari 2025. Dokumen-dokumen termasuk akta kelahiran neneknya kemudian diteruskan ke FAM.
“Dokumen itu, termasuk akta kelahiran neneknya, Maria Belen Concepcion Martin, diberikan kepada agennya, Ivan Cristovinho, saat makan bersama dengan ayahnya,” tulis FIFA.
Pemain kedua Facundo Tomas Garces mengirim akta kelahiran kakeknya melalui pesan WhatsApp kepada temannya Federico Raspanti pada 21 Januari 2025. Raspanti diketahui menjalin kontak langsung dengan FAM.
Selanjutnya, Pemain ketiga Rodrigo Julian Holgado mengirim dokumen milik kakeknya kepada agen Nicolas Puppo pada 25 April 2025. Puppo kemudian meneruskannya kepada FAM sebagai bagian dari proses verifikasi.
Pemain keempat Imanol Javier Machuca dua kali mengirim dokumen akta kelahiran neneknya pada 4 dan 8 April 2025 kepada Federico Raspanti yang juga menjadi perantara bagi Facundo Tomas Garces.
Pada 9 Mei 2025, Joao Vitor Brandao Figueiredo mengirim dokumen keluarga melalui grup WhatsApp kepada dua agennya, yaitu Frederico Moraes dan Flavio Alexandre sebelum diteruskan ke FAM.
Sementara itu, Jon Irazabal Iraurgui mengirim dokumen kakeknya kepada agen Ronald Vega pada 9 Januari 2025. Agen yang juga menerima dokumen dari pemain ketujuh Hector Alejandro Hevel Serrano yang mengirim akta kelahiran kakeknya pada 23 Maret 2025.
Hal ini menunjukkan pola konsisten FAM yang memanfaatkan perantara untuk mengumpulkan bukti administrasi. Sementara itu, para pemain hanya mengikuti instruksi dengan menyerahkan dokumen keluarga melalui jalur komunikasi digital maupun pertemuan langsung.
Pengajuan Dokumen Naturalisasi ke FIFA
Selanjutnya, FAM mengajukan serangkaian permohonan resmi kepada FIFA antara Maret hingga Juni 2025 untuk memeriksa kelayakan tujuh pemain tersebut membela tim nasional Malaysia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
